KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan meraih dua penghargaan di bidang kesehatan sekaligus dari Gubernur Jawa Timur. Yakni, penghargaan Open Defecation Free (ODF) dan Universal Health Coverage (UHC). Penghargaan diberikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono kepada Pj Bupati Pasuruan, Nur Kholis.
Penghargaan ini diberikan kepada Pemkab Pasuruan atas Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kampanye tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program prioritas puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun 2024.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan kesehatan di Jawa Timur. Mulai dari dinas kesehatan, jajaran manajemen rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga penggerak kesehatan. Peran semuanya membuat Jawa Timur mampu mencapai kinerja terbaiknya di bidang kesehatan.
“Atas nama Pemprov Jatim, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan RSUD, dinas kesehatan kabupaten/kota, dokter, perawat dan seluruh insan kesehatan yang berkontribusinya. Berdasarkan hasil evaluasi, betapa bidang kesehatan sangat strategi setelah bidang pendidikan,” jelas Adhy.
Adhy menjabarkan tentang peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang banyak dipengaruhi peningkatan di bidang kesehatan. Sehingga ke depannya harus terus ditingkatkan oleh pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur, tidak terkecuali dalam memberikan edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat.
“Berkat kontribusi di bidang kesehatan, maka IPM kita tahun 2023, 74,65 persen atau meningkat 3,15 persen dari tahun 2019. Dan ini diatas rata-rata nasional. Sekaligus membuktikan bahwa kesehatan di Jatim semakin baik. Meski demikian, kita tidak boleh berpuas diri sebaliknya harus terus berpacu, saling meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Untuk diketahui, terhitung sejak 15 Juni 2024 lalu, capaian ODF di Kabupaten Pasuruan 100 persen. Hal itu berdasarkan data empiris yang terpantau di seluruh desa dan kelurahan. Capaian itu sesuai dengan yang ditargetkan sebelumnya dengan menuntaskan 111 desa dan kelurahan di 20 kecamatan yang warganya masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Atau masih sekitar 40 persen desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan.
Lalu bagaimana dengan kepesertaan UHC? Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.640.738 jiwa, jumlah peserta UHC mencapai 1.627.075 jiwa atau 99,17 persen. Dengan demikian, jumlah penduduk yang belum UHC sebanyak 13.663 jiwa atau 0,83 persen. Sedangkan jumlah Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) per November 2024 sebanyak 373.043 jiwa. (*)