Pemkot Madiun Respons Cepat Dugaan Keracunan MBG, Seluruh SPPG Akan Dievaluasi

oleh -3 Dilihat
Screenshot 2026 04 25 153359
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (madiuntoday.id)

KabarBaik.co, Kota Madiun– Pemkot Madiun memberi atensi atas kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Demangan. Evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur MBG pun disiapkan.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meminta seluruh pihak terkait segera menyusun laporan resmi untuk disampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami minta bappeda, dinkes, dan rumah sakit membuat laporan ke BGN,” ujar Bagus, Kamis (16/4).

Langkah tersebut dirasa perlu untuk memastikan validitas data yang dikirim ke pemerintah pusat sekaligus menjadi dasar evaluasi program. Tak hanya itu, Pemkot juga akan berkoordinasi dengan BGN untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Tentunya termasuk mengevaluasi operasional dapur MBG.

“Supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” imbuhnya.

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kata Bagus, wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan dapur MBG direkomendasikan untuk ditutup.

“Kalau melanggar, bisa direkomendasikan untuk ditutup,” tegasnya.

Namun, tentu tidak boleh gegabah. Pemkot masih menunggu hasil pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Sebagai langkah lanjutan, pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di Kota Madiun akan diperketat. Selain itu, pemkot akan mengumpulkan seluruh pengelola SPPG untuk melakukan evaluasi bersama.

“Agenda sosialisasi dijadwalkan ulang pekan depan,” ungkapnya.

Bagus juga mengingatkan pentingnya disiplin terhadap standar operasional. Khususnya dalam memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

’’Harus dicek sebelum dikirim ke sekolah,’’ ungkapnya.

Sementara itu, penanganan dari pihak kepolisian juga masih terus berlanjut guna mendalami penyebab kejadian. Kapolsek Taman Kompol Jumianto Nugroho mengatakan penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan faktor pemicu insiden.

“Kami masih lidik. Saat ini fokus pada penanganan kesehatan anak-anak,” ujar Juamianto.

Sebagian besar siswa, kata dia, sudah diperbolehkan pulang dari tempat perawatan setelah mendapatkan penanganan medis. Total terdapat 18 siswa yang diduga keracunan. Mereka mengeluhkan berupa sakit perut, disertai gejala pusing dan mual bahkan muntah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.