KabarBaik.co, Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Lingkungan Pagutan Permai, Mataram, Minggu (16/8). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan sekaligus menekan inflasi hingga ke tingkat rumah tangga.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui operasi pasar atau intervensi harga dalam waktu tertentu. Menurutnya, pemerintah juga perlu mendorong kemandirian pangan masyarakat, salah satunya melalui pembagian bibit cabai untuk ditanam di pekarangan rumah.
“Fokus kami bukan sekadar membagikan komoditas. Kami membagikan bibit cabai, salah satu pemicu inflasi mingguan, agar masyarakat terdorong melakukan budidaya mandiri di lahan pekarangan masing-masing,” ujar Mirza.
Ia mengatakan, apabila kemandirian pangan dapat dibangun mulai dari rumah tangga, tekanan terhadap harga sejumlah komoditas di tingkat konsumen dapat ditekan.
Mirza menambahkan, pelaksanaan GPM merupakan bagian dari instruksi Gubernur NTB agar perangkat daerah menghadirkan pelayanan publik yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. GPM di Pagutan Permai menjadi agenda pembuka dari empat kegiatan intervensi pasar yang dirancang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB sepanjang bulan ini.
Selain menjaga pasokan dan harga pangan, pemerintah juga mendorong masyarakat menerapkan gerakan Stop Boros Pangan. Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan, mengonsumsi makanan sesuai porsi, serta memanfaatkan makanan yang tersisa secara bijak. “Ketahanan pangan yang berkelanjutan juga membutuhkan efisiensi di meja makan. Jangan sampai makanan yang sudah dibeli justru terbuang,” katanya.
Terkait ketersediaan pangan menjelang peringatan hari besar keagamaan, termasuk Maulid Nabi, Mirza memastikan stok komoditas utama, khususnya beras, dalam kondisi aman.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying atau aksi borong karena ketersediaan pasokan masih mencukupi.
Sementara itu, Lurah Pagutan Barat, Irawan Kusumahadi mengatakan, pelaksanaan GPM mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
“Harapan kami kegiatan ini bisa berlanjut dari tahun ke tahun karena memberikan manfaat besar. Selain membantu warga memperoleh bahan pangan dengan harga murah, acara ini menciptakan efek domino bagi UMKM lokal,” ujar Irawan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi pengendalian harga pangan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. (*)







