Penembakan Massal di Islamic Center San Diego AS, 5 Orang Tewas

oleh -113 Dilihat
HIo3aVqXwAE Dsj
Polisi di lokasi kejadian di Islamic Center San Diego (@RyanRozbiani)

KabarBaik.co, AS – Insiden penembakan terjadi di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat, dan menewaskan lima orang, termasuk dua tersangka pelaku penembakan, kata Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl.

Dalam konferensi pers pada Senin (18/5), ia mengatakan salah satu dari tiga korban jiwa lainnya adalah petugas keamanan setempat.

The New York Times melaporkan petugas itu tewas akibat tertembak dalam insiden tersebut.

Wahl mengatakan informasi awal menunjukkan kedua tersangka kemungkinan tewas karena bunuh diri. Mereka diduga berusia 17 dan 19 tahun.

Konsulat Jenderal RI (KJRI) di San Francisco, Amerika Serikat, memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Senin (18/5).

Dalam pernyataan tertulis pada Selasa, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco Afina Burhanuddin mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk memastikan kondisi WNI menyusul peristiwa itu.

Ia mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat (Selasa, 01.40 WIB) dan menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas keamanan dan dua tersangka yang berusia 17 dan 19 tahun.

Menurut Afina, motif penembakan masih diselidiki dan pihak berwenang setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.

“Namun, Departemen Kepolisian San Diego menduga bahwa serangan ini ada kaitannya dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim,” katanya.

Ia mengatakan kasus itu telah mendapat perhatian dari pemerintah federal AS dan pemerintah negara bagian.

Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan tiga warga yang tewas adalah laki-laki.

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan biro penyelidik federal FBI untuk menangani kasus tersebut.

Menurut Wahl, penyelidikan akan mengarah pada dugaan kejahatan kebencian karena lokasi kejadian berada di pusat kegiatan Islam.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai “situasi yang mengerikan.”

Trump mengatakan pejabat federal dan negara bagian tengah menyelidiki kasus itu serta menghimpun informasi tambahan.

“Yang terjadi adalah situasi yang mengerikan. Saya telah menerima pembaruan informasi awal, dan kami akan terus memantaunya dengan cermat,” ujar Trump, seperti dikutip Anadolu.

ICSD merupakan pusat aktivitas dan ibadah Muslim terbesar di San Diego yang berada sekitar 15 kilometer dari pusat kota. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.