KabarBaik.co – Tujuh anggota Brimob diamankan terkait kasus meninggalnya Affan Kurniawan, 21. Mereka adalah anggota Brimob yang berada di dalam mobil rantis yang menabrak dan melindas Affan hingga meninggal.
Anggota yang bertugas sebagai sopir mengaku jika ia memutuskan berhenti saat itu, maka seluruh yang ada di dalam rantis akan dihakimi massa.
Anggota tersebut mengatakan saat itu massa sudah melempari rantis dengan batu dan bom molotov.
“Jadi itu di jalan kan pertigaan, di kiri ada massa, di kanan massa, di depan massa dekat pom bensin. Itu mobil kalau saya berhentikan, habis pak. Pasti habis karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai cone block, pakai bom molotov,” ujar anggota tersebut seperti yang ada di YouTube.
Anggota tersebut mengaku saat itu dan dalam kondisi tersebut ia hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan anggota lain yang berada di dalam rantis. Ia juga menyebut ada perintah dari atasan yang ada di dalam rantis untuk terus berjalan.
“Saya harus berjuang terus, pokoknya harus selamat ini. Lima menit telat, habis kita pak. Soalnya massa sudah banyak gitu,” ujarnya.
Terkait terlindasnya Affan, anggota tersebut mengaku tidak tahu ada orang di depan rantis yang dikendarainya.
“Saya tidak mengetahui posisi korban karena saya tidak memperhatikan orang kanan kiri,” katanya. (*)






