KabarBaik.co — Puluhan driver ojek online (ojol) memenuhi sudut Mie Gacoan di Jalan Sumatera, Kebomas, Gresik Kamis pagi (4/9). Bukan untuk antre memesan makanan, melainkan untuk mengikuti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Sekitar selang dua jam saja sejak dibuka pukul 08.00 WIB, tercatat sudah 40 peserta lebih mengikuti program PKG yang digelar Dinas Kesehatan Gresik melalui Puskesmas Sukomulyo.
Kegiatan ini menyasar pengemudi ojol dengan target 100 orang, namun terbuka pula untuk masyarakat umum, termasuk pekerja restoran dan pengunjung. “Bahkan jika lebih dari 100 orang, kami tetap akan melayani sampai stoknya habis,” ujar Kepala Puskesmas Sukomulyo dr. Inna.
Layanan yang tersedia antara lain cek tinggi dan berat badan, tensi darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Peserta juga mendapat obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan serta vitamin. “Harapannya, masyarakat minimal bisa tes kesehatan gratis sekali setahun, sesuai arahan presiden,” kata Dokter Inna menambahkan.
Di balik angka peserta dan daftar layanan, terselip kisah getir para ojol yang sehari-hari bergulat dengan jalanan. Yusri Fanani, 42 tahun, ojol asal Griya Suci Permai, mengaku rutin mengikuti pemeriksaan semacam ini. “Kalau sehat, nariknya pun enak. Kalau sakit dan tidak cek rutin, kalau tiba-tiba kena stroke gimana,” ujarnya.
Kenangan pahit masih melekat di benaknya, tiga tahun lalu, seorang rekan seprofesi yang sudah berusia di atas 50 tahun tiba-tiba roboh setelah terkena angin malam saat menunggu orderan di sebuah restoran. “Waktu sampai rumah sakit, innalillahi sudah tidak tertolong. Itu kejadian yang bikin saya sedih,” katanya.
Yusri juga sempat merasakan tubuh panas mendadak hingga divonis gejala tipes akibat terlalu lama berada di jalan. “Kalau bisa kegiatan ini ada setiap bulan. Supaya saya dan teman-teman bisa tahu kondisi tubuh,” tambahnya.
Bagi para ojol, jalanan bukan sekadar lintasan orderan, melainkan arena pertaruhan kesehatan. Angin malam, jam kerja panjang, dan tubuh yang jarang dicek menjadi musuh tak kasat mata. Maka ketika layanan medis hadir di tengah hiruk pikuk restoran cepat saji, ia ibarat oase kecil bagi para pengemudi roda dua untuk menakar kembali detak jantung mereka.(*)






