Pengusaha Emas Nganjuk Sebut Harga Melonjak karena Minyak Naik Dampak Perang

oleh -77 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 03 at 5.19.39 PM
Aktivitas Jual beli di Toko Emas Subur Nganjuk (Agus Karyono)

KabarBaik.co Nganjuk – Harga emas di Nganjuk mengalami kenaikan signifikan pada bulan Ramadan 2026. Menurut pelaku usaha lokal, faktor utama yang mendorong kenaikan adalah pergerakan harga minyak dunia buntut perang AS-Israel vs Iran.

“Kenaikan harga emas naik berkisar antara Rp 100 ribu setiap gram. Kenaikan harga emas menurut saya mengikuti kenaikan harga minyak secara global,” ujar Ronny Chen, pemilik Toko Emas Subur di Jalan Ahmad Yani Kota Nganjuk, Rabu (3/3).

Dalam sepekan terakhir, perubahan harga tercatat cukup drastis. Harga emas jenis 24 karat yang semula berada di kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 2,9 juta per gram, kini telah mencapai angka Rp 3 juta per gram. Kondisi ini terjadi bahkan ketika nilai rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tekanan melemah.

“Kenaikan harga emas tidak tergantung pada dolar, meskipun rupiah melemah namun emas bisa terbilang stabil, tapi kalau minyak naik emas biasa merangkak naik,” jelasnya.

Sementara itu, dinamika pasar emas di daerah ini menunjukkan tren pembelian yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan. Konsumen lebih banyak memilih untuk membeli emas dibandingkan menjualnya, dengan fokus pada jenis perhiasan yang memiliki nilai estetika tinggi.

“Untuk di Kabupaten Nganjuk menjelang Ramadan pembeli lebih banyak membeli daripada menjual emas. Adapun perhiasan yang paling diminati adalah yang terlihat elegan ketika dipakai, seperti gelang, cincin, dan kalung,” tambah Ronny. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.