Penjelasan Operator KMP Mutiara Sentosa II: Api dari Buritan, 5 Anak Tak Tercatat Manifes

oleh -128 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 04 at 6.33.31 PM
Proses evakuasi korban kapal terbakar (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Pihak pengelola KM Mutiara Sentosa II, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), memaparkan perkembangan terbaru pascakebakaran kapal di perairan Masalembo. Kepala Cabang PT ALP Surabaya, Ferdinand Pondang, menyatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah penanganan korban dan sinkronisasi data, sementara seluruh Anak Buah Kapal hingga Nakhoda dipastikan selamat.

“Saat ini kami masih fokus pada evakuasi dan penanganan penumpang. Korban yang sudah terdata mulai kami alokasikan ke penginapan yang telah disiapkan. Berdasarkan laporan kru, seluruh ABK dan Nakhoda dilaporkan selamat. Nakhoda sendiri kini sudah berada di Surabaya dan sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang,” ujar Ferdinand, Selasa (4/8).

Lima Anak Tidak Tercatat dalam Manifes

Terkait perbedaan jumlah penumpang yang tercatat di manifes dan di lapangan, serta adanya laporan mengenai lima anak yang tidak tercantum dalam daftar resmi, Ferdinand menjelaskan hal itu terjadi karena pembeli tiket tidak mendaftarkan mereka saat pembelian.

“Lima anak tersebut memang tidak didaftarkan oleh pembeli tiket kepada kami, sehingga tidak masuk dalam daftar manifes. Saat ini kami masih melakukan pengecekan silang dan klarifikasi data secara menyeluruh,” jelasnya.

Api di Buritan, Alat Keselamatan Tak Bisa Diakses

Menanggapi tudingan mengenai tidak berbunyinya alarm bahaya dan ketiadaan sekoci saat kejadian, Ferdinand menegaskan kapal sebenarnya dilengkapi peralatan keselamatan lengkap dan masih memiliki izin laik operasi dari pemeriksaan terakhir pada Juni 2026. Namun, titik api justru muncul dari buritan tempat seluruh alat penyelamat disimpan.

“Semua alat keselamatan ada di kapal, lengkap. Sekoci, pelampung, pemadam api tersedia sesuai standar. Namun berdasarkan laporan awal kru, api berasal dari bagian belakang kapal, di mana seluruh alat penyelamat juga ditempatkan. Akibatnya, penumpang dialihkan ke haluan dan terpaksa melompat ke laut karena buritan sudah tidak bisa didatangi,” ungkap Ferdinand.

Ia juga menyebutkan bahwa bel dan alarm bahaya sebenarnya tersedia, namun belum dapat dipastikan apakah sempat diaktifkan atau tidak hal itu diharapkan dapat dijelaskan langsung oleh Nakhoda dalam pemeriksaan pihak berwenang.

Ganti Rugi Akan Diajukan Melalui Asuransi

Terkait kerugian barang bawaan maupun kendaraan penumpang, perusahaan berjanji akan mendata semuanya secara cermat sebelum diajukan kepada pihak penanggung risiko.

“Kami akan mencocokkan data penumpang, kendaraan, dan barang bawaan sesuai manifes dengan nomor polis asuransi, lalu kami ajukan klaim ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ferdinand.

Pihak perusahaan saat ini masih menunggu laporan lengkap dari Nakhoda serta hasil penyelidikan resmi instansi terkait untuk menetapkan penyebab pasti kebakaran dan tanggung jawab lebih lanjut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.