Penutupan Penyeberangan Diputuskan dari Bali, Layanan Lembar–Padangbai Disesuaikan

oleh -122 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 18 at 1.55.20 PM
Kapal feri di penyeberangan Padangbai-Lembar

KabarBaik.co, Lombok Barat — Penutupan sementara aktivitas penyeberangan lintas Lembar–Padangbai karena Hari Raya Nyepi merupakan keputusan dari otoritas di Pulau Bali, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian operasional di Pelabuhan Lembar.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal menjelaskan bahwa penghentian aktivitas penyeberangan dilakukan secara terkoordinasi antar kedua pelabuhan, dengan mengacu pada jadwal penutupan total di Pelabuhan Padangbai, Bali.

“Lintas penyeberangan Lembar–Padangbai ditutup mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita,” ujarnya, Rabu (18/3).

Ia menegaskan pembatasan keberangkatan dari Lembar dilakukan lebih awal sebagai konsekuensi dari keputusan penutupan di Bali. Hal ini untuk memastikan tidak ada kapal yang tiba atau bersandar di Padangbai saat pelaksanaan Nyepi dimulai.

Menurutnya, setelah pukul 21.00 Wita pada 18 Maret, tidak ada lagi kapal yang diizinkan berangkat dari Pelabuhan Lembar. Kebijakan tersebut mempertimbangkan durasi pelayaran yang memerlukan waktu beberapa jam, sehingga seluruh armada yang berangkat sebelumnya dapat tiba di Bali sebelum aktivitas pelabuhan dihentikan total.

Adapun jadwal resmi penutupan dan pembukaan operasional di kedua pelabuhan adalah untuk Pelabuhan Lembar (Lombok) tutup pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 Wita. Dan buka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 Wita.

Sementara Pelabuhan Padangbai (Bali) tutup pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 04.00 Wita dan buka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 11.30 Wita

Di sisi lain, Pelabuhan Padangbai akan menghentikan seluruh aktivitas operasional selama Nyepi, sejalan dengan kebijakan di Bali yang meniadakan seluruh aktivitas transportasi.

Setelah perayaan Nyepi berakhir, operasional penyeberangan akan kembali dibuka secara bertahap, dengan penyesuaian waktu layanan yang mengikuti kesiapan masing-masing pelabuhan, khususnya di Bali.
Syamsurizal menambahkan meskipun jadwal Nyepi berdekatan dengan momentum arus mudik Idul Fitri, pihaknya memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tetapi diperkirakan masih di bawah lima persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia menyebut pola perjalanan masyarakat saat ini cenderung lebih tersebar, didukung oleh fleksibilitas waktu kerja dan kebijakan libur nasional, sehingga kepadatan tidak terpusat pada satu waktu tertentu.

Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan diimbau untuk memperhatikan jadwal penutupan yang mengacu pada kebijakan di Bali, agar tidak terjebak antrean maupun penundaan perjalanan di pelabuhan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.