KabarBaik.co – Penyaluran honorarium untuk para guru ngaji di dua desa di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember telah rampung dilaksanakan.
Acara yang dipusatkan di Balai Desa Kertonegoro ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung kesejahteraan para pengajar agama.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin, hadir langsung untuk memantau proses penyaluran honorarium tersebut. Selain itu, aparatur Desa Kertonegoro dan Kemuningsari Kidul juga turut hadir mendampingi para guru ngaji penerima.
Dalam kesempatan tersebut Hafid menegaskan, pesan utama bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berupaya menyalurkan honorarium guru ngaji secara cepat dan tepat.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pengajar agama di tingkat desa dapat segera merasakan manfaatnya dan merasa didukung dalam tugas mulianya,” kata Hafid, Sabtu (18/10).
Secara rinci, kata Hafid, penyaluran honorarium ini menjangkau total 276 guru ngaji di dua desa di Jenggawah.
“Tercatat, sebanyak 135 orang penerima berada di Desa Kertonegoro dan 141 orang lainnya di Desa Kemuningsari Kidul,” jelasnya
“Kami berupaya agar proses pencairan ini bisa berjalan efisien. Para guru ngaji tidak perlu lagi antre panjang dan menghabiskan waktu lama,” imbuh Hafid.
Sementara itu, salah satu penerima Siti Latifa mengaku sangat bersykur dengan kemudahan pencarian ini.
“Ya jujur saya pribadi puas dengan proses yang berjalan lancar dan cepat kali ini. Karena ridak perlu jauh-jauh ke kota dan antre,” ungkapnya.
Diketahui, bagi para guru ngaji yang namanya belum tercakup pada tahap penyaluran pertama ini, Pemkab memastikan akan mendapatkan haknya pada tahap kedua mendatang.
Hal ini menunjukkan perhatian menyeluruh dari Pemkab Jember terhadap seluruh guru ngaji di wilayahnya. Dengan rampungnya penyaluran ini, diharapkan semangat para guru ngaji di Jember semakin meningkat dalam mendidik generasi muda dengan nilai-nilai agama. (*)






