KabarBaik.co – Upaya percepatan perbaikan jalan rusak terus dilakukan Pemkab Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan kendaraan operasional berupa satu unit pikap dan satu unit stamper aspal kepada kecamatan, Selasa (27/1) pagi, di Pendopo Delta Wibawa.
Penyerahan tahap awal dilakukan secara simbolis kepada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sidoarjo, Candi, dan Gedangan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Camat Sidoarjo M. Aziz Muslim, Camat Candi Yuni Rismawati, serta Camat Gedangan Asmara Hadi.
Bupati Subandi menyampaikan sarana tersebut disiapkan untuk menunjang pelaksanaan Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang memprioritaskan penanganan kerusakan jalan di tingkat wilayah.
Melalui program tersebut, kecamatan diberikan ruang lebih luas untuk melakukan perbaikan jalan berlubang tanpa harus menunggu proses penanganan dari Dinas PU. Dengan begitu, respons terhadap keluhan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.
“Sekarang kecamatan bisa langsung bergerak. Jalan berlubang bisa segera ditangani, tidak perlu menunggu lama,” kata Subandi.
Subandi menegaskan target besar Pemkab Sidoarjo adalah memastikan kondisi jalan dalam keadaan baik sebelum memasuki masa Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas warga.
“Saya minta para camat betul-betul memperhatikan kondisi jalan. Jangan sampai masih ada lubang menjelang Lebaran,” tegasnya.
Meski kewenangan diperluas, Pemkab Sidoarjo tetap akan melakukan pemetaan status jalan agar tidak terjadi tumpang tindih antara kecamatan dan Dinas PU Bina Marga dan SDA.
Subandi menjelaskan jalan yang menjadi kewenangan PU tetap akan dikerjakan oleh dinas terkait, sementara ruas jalan tertentu bisa ditangani langsung kecamatan melalui PIWK dengan pendampingan teknis dari PU.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara camat dan pemerintah desa agar penanganan kerusakan jalan bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing wilayah.
Program ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu perbaikan jalan, khususnya di wilayah pedesaan. Dengan dukungan alat dan kendaraan operasional, kecamatan dapat melakukan penanganan awal seperti penambalan jalan secara mandiri.
“Yang paling penting, kita ingin penanganan cepat demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tutup Subandi. (*)








