Perempuan dan Bayi Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Sidoarjo Diduga Korban Pembunuhan

oleh -19912 Dilihat
IMG 20240626 WA0014
Petugas mengevakuasi jenazah perempuan dan bayinya.

KabarBaik.co – Misteri penyebab kematian seorang perempuan dan bayinya yang membusuk di salah satu kamar kos di Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono mulai menemukan titik terang. Terbaru, tim forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Sabhara di Porong menemukan sejumlah bekas kekerasan di tubuh korban.

Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara Pusdik Sabhara AKBP dr. Eko Yunianto menjelaskan pihaknya sudah menerima dua jenazah seorang ibu bernama Itanti dan bayinya yang baru lahir, Selasa (26/6). Kemudian pada malam harinya langsung dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

“Perempuan berumur 33 tahun ini dan bayinya, dari hasil pemeriksaan bahwa ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujarnya saat berada di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Potong, Rabu (26/6).

Namun demikian, lantaran saat datang jenazah dalam kondisi yang sudah membusuk, tanda kekerasan hanya ditemukan di bagian organ dalam jenazah.

“Ditemukan tanda kekerasan di bagian rahim, ada memar yang masih kita dalami lagi,” lanjutnya.

Hal ini juga menjadi salah satu faktor penyebab kematian Itanti. Sementara untuk kondisi bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ini diduga juga mengalami kekerasan pada tubuhnya.

“Bayi ini termasuk bayi yang bisa hidup di luar kandungan, ia lahir sekitar 24-72 jam dihitung sejak pemeriksaan,” ujarnya.

Selain adanya dugaan kekerasan pada tubuh bayi, penyebab kematian lainnya yakni tidak adanya perawatan yang cukup pascalahir. Sehingga akhirnya meninggal dunia.

“Posisi bayi ada di atas kepala ibunya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja menjelaskan hingga saat ini masih melakukan serangkaian penyidikan atas kasus tersebut.

“Kami sudah memeriksa empat orang saksi untuk mengumpulkan data yang diperlukan,” terangnya.

Selain itu penyidik juga tengah mendalami hasil laporan dari tim forensik terkait adanya tanda kekerasan pada jenazah. Pendalaman ini untuk meyakinkan apakah kekerasan ini suatu hal yang disengaja atau bukan. Sehingga nantinya juga bisa ditentukan juga apakah benar pembunuhan atau bukan.

“Belum kita simpulkan, dari hasil otopsi memang ada tanda kekerasan, namun akan kita dalami dari fakta-fakta penyidikan,” pungkasnya.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyidik menyitas sejumlah barang bukti, mulai dari handuk, obat-obatan dan beberapa dokumen yang ada kaitannya dengan peristiwa.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah barang pribadi milik korban juga raib. Seperti handphone, dompet dan sepeda motor korban. “Masih kita dalami,” pungkas Kompol Agus. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.