KabarBaik.co— Dalam rangka memperingati 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan penanggalan Masehi, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar ziarah ke makam para muassis NU di Jombang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi sejarah sekaligus upaya meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri NU dalam merintis dan membesarkan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Rombongan PWNU Jatim yang didampingi PCNU Jombang melakukan ziarah ke empat kompleks pondok pesantren yang menjadi tempat peristirahatan para muassis NU. Peserta ziarah terdiri dari jajaran pengurus wilayah, cabang, badan otonom, serta lembaga NU.
Ziarah diawali di makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang berada di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Husnan Dimyathi.
Tahlil dipimpin oleh Wakil Katib PWNU Jawa Timur, KH Yahya Badrus Sholeh, sementara doa dipanjatkan oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Jazuli Nur.
Usai dari Tebuireng, rombongan melanjutkan ziarah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, untuk berdoa di makam KH Abdul Wahab Hasbullah.
Agenda kemudian berlanjut ke makam KH Bisri Syansuri di Denanyar, sebelum ditutup dengan ziarah ke makam KH Romli Tamim di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso.
Ketua Panitia Kegiatan, KH Masykuri Basri, mengatakan bahwa ziarah ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendiri NU, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dengan dzuriyah para muassis.
“Ziarah ke makam para ulama dan pesantren merupakan tradisi yang telah mengakar di kalangan warga NU, sekaligus menjadi momentum silaturahmi dengan keluarga para muassis,” ujar Masykuri. Senin (26/1).
Ia juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus melanjutkan estafet perjuangan para pendiri dengan berkhidmat secara maksimal bagi bangsa, negara, dan organisasi.
“Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” kata dia. (*)






