KabarBaik.co, Blitar – Tradisi Ngaji Pasan kembali hidup di Masjid Jami Baitul Quddus, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi sarana penguatan pemahaman fikih dasar, khususnya bagi kalangan remaja, di tengah berkurangnya intensitas pendidikan keagamaan nonformal.
Pengajar Ngaji Pasan, M Yazidun Niam, mengatakan pengajian dimulai sejak hari pertama puasa dan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar 20 hari ke depan.
Pembatasan waktu tersebut mempertimbangkan tingkat kehadiran jamaah yang biasanya menurun saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Ngaji dimulai sejak puasa pertama dan diagendakan sampai sekitar 20 hari. Biasanya setelah itu jumlah peserta mulai berkurang. Di akhir nanti juga insyaallah ditutup dengan buka bersama,” ujarnya, Sabtu (28/3).
Ngaji pasan dilaksanakan setiap sore, usai salat Asar, mulai pukul 16.30 WIB hingga sekitar 15 menit sebelum waktu berbuka. Penjadwalan tersebut disesuaikan agar jamaah dapat pulang ke rumah dengan aman tanpa terburu-buru menjelang Magrib.
“Kami atur waktunya supaya jamaah tidak khawatir di jalan saat menjelang Magrib,” tambahnya.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berkisar 50 orang, terdiri dari remaja hingga masyarakat umum. Materi yang dikaji tahun ini berfokus pada kitab fikih dasar karya Syekh Kholil Bangkalan, seorang ulama besar Nusantara.
Menurut Yazidun, pemilihan kitab tersebut didasarkan pada kebutuhan generasi muda saat ini yang dinilai perlu penguatan pemahaman fikih dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang kondisinya berbeda dengan dulu, ketika madrasah diniyah masih banyak. Karena itu, kami merasa perlu memberi bekal fikih dasar, terutama untuk remaja,” jelasnya.(*)






