Perkuat Kolaborasi, Bawaslu Pasuruan dan SMKN 1 Gempol Jalin Kerja Sama Pendidikan Partisipasi Masyarakat

oleh -161 Dilihat
IMG 20260429 WA0024
Ketua Bawaslu Pasuruan, Arie Yoenianto, bersama Kepala SMKN 1 Gempol, Ambyah Uboyo, memamerkan surat kerjasama. (Foto: Zia Ulhaq) 

KabarBaik.co, Pasuruan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan kembali melaksanakan program edukasi politik melalui kegiatan “Bawaslu Mengajar”. Kali ini giliran SMKN 1 Gempol yang menjadi tuan rumah.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penguatan komitmen melalui Perjanjian Kerja Sama antara Bawaslu Kabupaten Pasuruan dengan SMKN 1 Gempol terkait pendidikan partisipasi masyarakat.

Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan aktif pelajar dalam proses demokrasi. Khususnya dalam pengawasan partisipatif, pendidikan politik, serta pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini.

Kegiatan ini menyasar siswa-siswi kelas X sebagai calon pemilih pemula di masa depan. Hadir langsung dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yoenianto, didampingi oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Ahmad Thoifur Arif, beserta jajaran tim sekretariat.

Kepala SMKN 1 Gempol, Ambyah Uboyo, menyambut hangat inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman demokrasi sejak dini bagi para siswa.

“Kegiatan ini sangat berguna sebagai bekal siswa untuk menyuarakan hak pilihnya di Pemilu 2029 nanti. Kami sangat mengapresiasi langkah Bawaslu dalam memberikan edukasi langsung ke sekolah kami,” ujar Ambyah.

Selama acara berlangsung, suasana tampak hidup dan interaktif. Tim Bawaslu memaparkan dua materi utama, yakni Pengantar Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif. Siswa tidak hanya diajak menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga berani terlibat aktif dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi guna mencegah terjadinya pelanggaran.

Melalui program ini, Bawaslu berharap para siswa kelas 10 SMKN 1 Gempol dapat memahami peran penting mereka dalam menjaga integritas pemilu, sehingga saat mereka mencapai usia pilih di tahun 2029, mereka telah memiliki kesadaran politik yang matang.

“Dengan kegiatan pendidikan politik dan kerjasama yang ada, nantinya pemili pemula bisa menjadi ujung tombak pengawasan pemilu,” tutup Arie Yoenianto. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.