Perluas Akses Layanan Rujukan, RSUP Kemenkes Surabaya Gandeng Nayaka Era Husada

oleh -71 Dilihat
IMG 20251223 WA0000
RS Kemenkes Surabaya menjalin kerja sama strategis dengan PT Nayaka Era Husada Surabaya.

KabarBaik.co – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan Surabaya terus memperkuat jejaring layanan kesehatannya. Terbaru, rumah sakit rujukan nasional ini menjalin kerja sama strategis dengan PT Nayaka Era Husada Surabaya, Senin (22/12), guna memperluas akses layanan kesehatan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Timur.

Melalui kolaborasi tersebut, seluruh klinik yang berada di bawah naungan Nayaka Era Husada kini dapat merujuk pasiennya ke RSUP Kemenkes Surabaya. Skema ini membuka akses layanan rujukan rumah sakit bagi sekitar 6.000 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dikelola Nayaka Era Husada, dengan jaminan pelayanan komprehensif berstandar internasional namun tetap mengacu pada tarif pemerintah.

Pelaksana Harian Direktur Utama RSUP Kemenkes Surabaya, dr. Martha Siahaan, SH, MARS, MHKes, mengatakan kerja sama ini merupakan penguatan dari sinergi yang sebelumnya telah terjalin, khususnya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“RSUP Kemenkes Surabaya merupakan rumah sakit pemerintah pertama yang bekerja sama langsung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dari kerja sama tersebut, kemudian berkembang kolaborasi dengan berbagai mitra layanan kesehatan, termasuk Nayaka Era Husada,” ujar dr. Martha.

Ia menjelaskan, Nayaka Era Husada bukanlah asuransi swasta murni, melainkan pengelola layanan kesehatan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan basis peserta yang cukup besar di Jawa Timur, RSUP Kemenkes Surabaya menyatakan kesiapan memberikan layanan medis secara menyeluruh.

“Seluruh layanan dapat kami berikan, mulai dari pelayanan dasar hingga layanan unggulan seperti PET Scan dan radioterapi,” katanya.

Saat ini, RSUP Kemenkes Surabaya telah bekerja sama dengan berbagai institusi dan penyedia asuransi, antara lain BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PLN, Admedika, Mandiri InHealth, Telkom, Prudential, Axa, Allianz, hingga CAR.

Adapun jenis kasus yang paling banyak ditangani di RSUP Kemenkes Surabaya meliputi kanker, jantung, stroke, gangguan saraf, hipertensi, serta kasus tulang belakang dan urologi-nefrologi. Khusus untuk kasus tulang belakang, rumah sakit ini mengedepankan pendekatan non-operatif seperti fisioterapi, kecuali pada kondisi berat yang membutuhkan tindakan bedah.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), dr. Martha memastikan seluruh layanan rumah sakit tetap berjalan optimal. “Kami memiliki Saturday Clinic, Sunday Clinic, dan Holiday Clinic, termasuk layanan hemodialisa yang beroperasi tanpa henti. Rumah sakit tidak mengenal hari libur,” tegasnya.

Hingga akhir tahun, jumlah kunjungan pasien di RSUP Kemenkes Surabaya tercatat mengalami peningkatan signifikan, dengan tingkat keterisian tempat tidur mendekati 100 persen. Meski demikian, rumah sakit masih menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya manusia.

“Jumlah SDM kami saat ini masih kurang sekitar 300 orang dari kebutuhan ideal sekitar 1.000 orang. Namun keterbatasan ini tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Menariknya, tren peningkatan jumlah pasien di akhir tahun ini berbeda dengan pengalaman dr. Martha selama berkarier di rumah sakit swasta, yang umumnya justru mengalami penurunan kunjungan.

“Selama 27 tahun saya bekerja di rumah sakit swasta, akhir tahun biasanya sepi. Di sini justru sebaliknya, pasien meningkat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.