KabarBaik.co, Malang – Seorang satpam perumahan tewas saat mengejar maling. Satpam bernama Mat Suhadi tersebut meninggal karena ditusuk maling yang dikejarnya.
Warga sangat bersedih kehilangan korban. Pria 51 tahun itu dikenal sebagai pribadi yang baik dan perhatian. Di mata warga, Mat Suhadi dikenal sebagai sosok pekerja keras. Misdi, 65, tetangga korban, mengungkapkan bahwa pekerjaan sebagai satpam sebenarnya hanya pekerjaan sambilan.
“Aslinya, almarhum ini bekerja sebagai kuli bangunan. Jadi satpam perumahan itu sambilan,” ungkap Misdi, Minggu (10/5).
Menurut Misdi, perumahan yang dijaga korban masih tergolong baru dan baru memiliki kantor pemasaran serta rumah contoh. Meski demikian, korban dikenal disiplin menjalankan tugasnya.
“Tiap malam sekitar jam 19.00 atau 20.00 WIB beliau berangkat untuk berjaga. Padahal jarak rumah ke lokasi kerja hanya sekitar 300 meter,” jelasnya.
Ironisnya, saat tragedi terjadi, Mat Suhadi sebenarnya belum memasuki jam tugas jaga. Namun rasa tanggung jawab mendorongnya untuk tetap turun tangan saat mendapat laporan adanya aktivitas mencurigakan.
Dalam hal ini, kepergian Mat Suhadi meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Selain dikenal pekerja keras, ia juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan aktif dalam kegiatan lingkungan.
“Almarhum ini sosok yang aktif dalam setiap kegiatan warga, suka guyon, suka kumpul-kumpul. Sama orang yang belum terlalu dikenal pun langsung diajak ngobrol,” kenang Misdi.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (9/5) petang. Berdasarkan keterangan warga, korban menerima laporan adanya dua orang mencurigakan yang diduga membawa kusen dan material galvalum dari area perumahan yang dijaganya.
Korban kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kantor pemasaran perumahan dalam kondisi berantakan. Menyadari adanya dugaan pencurian, Mat Suhadi langsung mengejar para pelaku hingga ke Jalan Raya Cemorokandang, tepatnya di sekitar Jembatan Amprong.
“Pada Sabtu sekitar jam 17.30 WIB, beliau menerima laporan kalau ada orang mencurigakan bawa kusen dan galvalum dari perumahan. Setelah dicek ternyata benar, lalu dikejar sampai ke Jalan Raya Cemorokandang,” ujar Ima, salah satu warga sekitar.
Dalam upayanya menghentikan pelaku, korban sempat terlibat perkelahian. Namun nahas, karena kalah jumlah, Mat Suhadi justru menjadi korban penusukan di bagian perut.
“Dia ditusuk, cuma saya tidak tahu pakai apa. Yang jelas kena di bagian perut,” terang Ima.
Meski mengalami luka serius, korban masih sempat berjalan menuju rumah keponakannya di Jalan Santoso untuk meminta pertolongan.
“Rumah keponakannya persis di samping rumah saya. Saat datang habis Isya, meski perutnya berdarah-darah, beliau masih sadar, bahkan sempat minum air putih sendiri sebelum akhirnya kondisinya kritis saat ambulans datang,” tambahnya.
Korban kemudian dilarikan ke RSSA Malang dan langsung menjalani operasi pada malam harinya. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Sudah dibawa ke RSSA dan sempat dioperasi malam itu juga. Tapi Minggu pagi kami mendapat kabar beliau meninggal,” ujarnya.
Kini, warga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku penusukan yang menyebabkan Mat Suhadi kehilangan nyawa saat menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan lingkungan. (*)






