KabarBaik.co, Surabaya – Sebuah video dugaan penganiayaan oleh oknum polisi terhadap sekelompok anak di bawah umur viral di media sosial. Orang tua para korban yang tidak terima atas perlakuan kasar tersebut langsung melayangkan protes keras dan menuntut keadilan.
Peristiwa pemukulan ini terjadi pada Sabtu (2/5) malam di kawasan Pacar Kembang Surabaya. Insiden bermula saat sekelompok anak sedang asyik bermain sepak bola di area depan rumah polisi tersebut. Saat bermain, bola yang ditendang oleh anak-anak secara tidak sengaja memantul dan mengenai pagar rumah seorang tetangga bernama Yanto.
Yanto selaku pemilik rumah sebenarnya sama sekali tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. Namun, respons berlebihan justru datang dari sang polisi yang bernama Aipda Slamet Hutoyo. Slamet langsung keluar dari rumahnya dan melemparkan paving ke arah kerumunan anak-anak hingga mengenai kaki salah satu anak.
Melihat aksi pelemparan tersebut, anak-anak seketika membubarkan diri. Namun emosi Slamet yang bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu belum mereda. Slamet justru mengejar dan menghampiri kelompok anak yang sudah kocar-kacir tersebut.
“Pelaku diduga menghajar mereka menggunakan tangan kosong. Namun, saat itu pelaku memakai cincin batu akik,” ungkap perwakilan keluarga korban, Umar.
Akibat pukulan tangan kosong yang disertai cincin batu akik tersebut, sejumlah anak dilaporkan mengalami luka-luka dan trauma psikologis. Kasus ini kini tengah memicu kemarahan netizen di media sosial, dan pihak keluarga korban mendesak divisi Propam Polri segera mengusut tuntas tindakan arogan oknum anggotanya tersebut. (*)






