KabarBaik.co, Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus. Meski demikian, warga diimbau tetap tenang karena hingga saat ini belum ditemukan kasus positif yang terkonfirmasi di Surabaya.
Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh menegaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit lama yang penularannya bersumber dari tikus. Sifat kasusnya yang sporadik membuat virus ini tidak memicu lonjakan kasus massal seperti penyakit menular lainnya.
“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” ujar dr. Billy.
Terapkan Deteksi Dini di Gerbang Transportasi
Gejala awal hantavirus sangat mirip dengan flu biasa (common cold). Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Surabaya mengaktifkan kembali pemindaian suhu tubuh elektronik di area publik strategis, termasuk Bandara, Pelabuhan laut, Terminal jalur transportasi darat.
Setiap warga yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas normal akan langsung masuk dalam pengawasan medis lanjutan.
Tunggu Panduan Teknis Skrining WHO
Saat ini, Pemkot Surabaya masih berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat terkait mekanisme skrining resmi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dilaporkan telah meminta panduan teknis (guidance) langsung dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sembari menunggu instruksi pusat, Dinkes Surabaya bergerak cepat menyiapkan seluruh infrastruktur mitigasi di lapangan.
Protokol Kesehatan dan Imbauan Vaksinasi Travel
Warga Surabaya diminta membatasi aktivitas non-esensial di luar rumah serta memperketat kembali protokol kesehatan harian, Gunakan masker di ruang tertutup atau keramaian.
Jaga daya tahan tubuh melalui olahraga dan nutrisi seimbang.
Terapkan istirahat yang cukup setiap hari. Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan ke luar negeri, Dinkes Surabaya mewajibkan pelengkapan perlindungan kesehatan. Layanan vaksinasi tambahan seperti influenza, pneumonia, dan meningitis kini telah disediakan dan dapat diakses langsung oleh masyarakat di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya. (*)






