Perpusnas Bung Karno Blitar Jadi Latar Video Klip Lagu Iclik Cinta, Tuai Kontroversi

oleh -123 Dilihat
bd389880 acef 4152 80a1 add7e768db9c
Tangkapan layar video klip lagu Iclik Cinta. (Foto: Calvin Budi Tandoyo)

KabarBaik.co – Video klip lagu Iclik Cinta yang dinyanyikan oleh Mala Agatha dan Icha Cellow menuai kontroversi. Penyebabnya, lokasi pengambilan gambar dilakukan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Bung Karno, Kota Blitar tanpa izin dari pihak pengelola.

Tak hanya itu, kostum yang dikenakan kedua penyanyi dalam video tersebut dianggap kurang pantas untuk digunakan di lokasi bersejarah tersebut. Akibatnya, video klip tersebut mendapat banyak kritik dari netizen dan masyarakat Blitar.

Pihak Perpusnas Bung Karno sendiri mengaku tidak mengetahui bahwa area perpustakaan mereka digunakan sebagai lokasi syuting video klip Iclik Cinta.

“Memang benar ada pengambilan video klip lagu Iclik Cinta yang kini beredar luas. Namun, pengambilan gambar dilakukan tanpa izin dan tanpa sepengetahuan kami sebagai pengelola,” ujar Hery Purwanto, Ketua Kelompok Kerja Layanan Informasi dan Kerjasama Perpusnas Bung Karno, saat ditemui Rabu (5/3).

Menurut Hery, pihaknya baru mengetahui hal ini setelah menerima banyak pesan dari masyarakat melalui berbagai platform media sosial.

“Kami mendapat pengaduan dari masyarakat, ada yang menghubungi lewat Instagram, Facebook, hingga WhatsApp. Beberapa guru bahkan bertanya, apakah video tersebut memang mendapat izin. Setelah kami cek, ternyata video tersebut sudah beredar di YouTube selama delapan hari. Besoknya, kami langsung mengadakan rapat dan menghubungi pihak manajemen video klip untuk menyampaikan keberatan,” jelas Arda Brian, Staf Humas Perpusnas Bung Karno.

Pihak Perpusnas Bung Karno menegaskan bahwa mereka tidak melarang masyarakat membuat karya seni di area perpustakaan. Namun, mereka menilai penggunaan Perpusnas Bung Karno sebagai latar belakang video klip Iclik Cinta kurang tepat.

“Bung Karno adalah tokoh sejarah, sehingga setiap konten yang dibuat di Perpusnas Bung Karno seharusnya memiliki nilai edukatif. Sayangnya, lagu ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kami junjung,” kata Arda.

Setelah berkomunikasi dengan pihak manajemen video klip, akhirnya disepakati untuk mengganti latar belakang dalam video tersebut.

Meski demikian, cuplikan video yang masih beredar tetap menampilkan arsitektur khas Perpusnas Bung Karno, yang mudah dikenali oleh masyarakat Blitar dan sekitarnya.

Perpusnas Bung Karno menyatakan bahwa tempat ini memang merupakan ruang publik, sehingga banyak masyarakat yang membuat konten di sana. Namun, kasus video klip Iclik Cinta menjadi evaluasi bagi mereka dalam mengatur penggunaan area perpustakaan untuk produksi konten.

“Kami tidak pernah membatasi kreativitas masyarakat. Selama ini, ada kreator yang meminta izin, ada juga yang tidak. Tapi pengalaman ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih memastikan bahwa konten yang dibuat tetap sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung Perpusnas Bung Karno,” pungkas Arda.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.