KabarBaik.co, Surabaya – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, Senator asal Jawa Timur, Ahmad Nawardi, menyoroti tantangan ganda yang dihadapi ekonomi daerah. Selain tekanan musiman menjelang Idul Fitri, eskalasi konflik geopolitik global di Timur Tengah kini mulai membayangi ketahanan industri dan harga pangan nasional.
“Saat ini masyarakat kita sedang fokus menjalankan ibadah puasa dan mulai bersiap menyambut Lebaran. Namun, kita tidak boleh abai pada dinamika global. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan AS berisiko menaikkan biaya logistik dan energi yang bisa berdampak pada harga barang-barang di pasar Jawa Timur,” ujar Nawardi di Surabaya, Sabtu (7/3).
Senator Nawardi juga menekankan bahwa program ketahanan pangan dan energi Presiden Prabowo Subianto harus menjadi benteng utama. Ia mendorong industri manufaktur di Jatim untuk memaksimalkan bahan baku dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor yang rentan terhadap gejolak dunia.
“Kita harus memperkuat struktur industri hulu kita. Industri pupuk, alat pertanian, hingga pengolahan pangan harus dipastikan tetap berjalan efisien. Jangan sampai kenaikan harga energi global mengganggu produksi pangan kita di saat kebutuhan masyarakat sedang tinggi-tingginya,” tegasnya.
Cak Nawardi juga menyoroti fluktuasi harga sembako di pasar-pasar Jawa Timur yang mulai menunjukkan tren kenaikan di pertengahan Ramadan ini. Ia meminta Satgas Pangan tidak kendur dalam melakukan pengawasan.
“Biasanya di minggu kedua dan ketiga Ramadan, harga-harga mulai ‘bermain’. Saya minta Satgas Pangan terus memantau distribusi. Gejolak geopolitik global tidak boleh dijadikan alasan bagi spekulan untuk menaikkan harga pangan. Rakyat yang sedang berpuasa jangan ditambah bebannya dengan kenaikan harga yang tidak wajar,” tambahnya.
Meski dibayangi tantangan global, Senator Nawardi optimistis bahwa dengan fundamental ekonomi Jatim yang kuat, stabilitas akan tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.
“Mari kita jaga momentum Ramadan ini dengan memastikan ekonomi tetap bergerak positif. Pemerintah harus menjamin pasokan energi dan bahan pokok aman sampai pelosok desa di Jawa Timur. Kedaulatan energi dan pangan adalah kunci kita menghadapi badai geopolitik mana pun,” pungkasnya. (*)








