PGN Perkuat Infrastruktur dan Pasokan Gas Bumi, Teguhkan Ketahanan Energi Nasional di Usia Ke-61

oleh -140 Dilihat
PGN menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional.
PGN menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional.

KabarBaik.co, Jakarta — Memasuki usia ke-61 tahun, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung infrastruktur gas bumi nasional.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penguatan pasokan gas, pengembangan bisnis LNG, hingga ekspansi jaringan energi rendah emisi di berbagai wilayah Indonesia.

Di tengah dinamika energi global yang terus berkembang, PGN juga fokus menjaga resiliensi bisnis agar ketersediaan energi nasional tetap terjamin secara mandiri dan berkelanjutan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan selama lebih dari enam dekade PGN terus bertransformasi untuk memastikan gas bumi dapat diakses masyarakat luas melalui pengembangan infrastruktur, diversifikasi pasokan, inovasi layanan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Selama 61 tahun, PGN terus bertransformasi untuk memastikan gas bumi selalu hadir bagi masyarakat melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur, inovasi layanan, dan komitmen terhadap implementasi aspek ESG,” ujar Fajriyah, Rabu (13/5).

Dalam satu tahun terakhir, PGN mencatat berbagai langkah strategis untuk menjaga keandalan layanan energi nasional. Dari sisi pasokan, PGN aktif mengamankan suplai gas pipa maupun LNG domestik dari sejumlah sumber utama seperti Tangguh dan Donggi Senoro.

Selain itu, PGN juga membuka peluang pasokan baru dari Blok Masela, Andaman, WK Tungkal, pengembangan Coalbed Methane (CBM) Muara Enim, hingga biomethane sebagai bagian dari energi masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Penguatan pasokan tersebut diperkuat melalui sejumlah kerja sama strategis, mulai dari penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dalam ajang IPA Convex 2025, kerja sama swap gas West Natuna, hingga Heads of Agreement (HoA) LNG Blok Masela bersama INPEX Masela.

Di sektor LNG, PGN juga mencatat kemajuan signifikan. Perusahaan menerima tambahan pasokan LNG domestik dan untuk pertama kalinya melaksanakan penerimaan kargo LNG melalui Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat. PGN juga telah menyelesaikan revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 berkapasitas 127 ribu meter kubik yang siap mendukung pengembangan bisnis LNG Hub untuk pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Sementara itu, hingga Triwulan I 2026, volume penyaluran gas bumi PGN tercatat mencapai 777 BBTUD, sedangkan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD. Penyaluran tersebut dikelola secara optimal guna menjaga keberlangsungan operasional pelanggan di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global.

Sebagai pengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi nasional, PGN juga terus memperluas jaringan pipa gas bumi. Sepanjang tahun terakhir, PGN menambah sekitar 230 kilometer jaringan pipa baru untuk memperluas akses energi di berbagai daerah.

Saat ini, wilayah operasional PGN telah mencakup 18 provinsi dan 78 kota/kabupaten dengan dukungan jaringan pipa gas bumi nasional sepanjang lebih dari 33.490 kilometer. Pangsa pasar PGN pun telah melampaui 91 persen.

Tidak hanya melalui jaringan pipa, PGN juga memperluas layanan beyond pipeline melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) retail sebagai solusi energi alternatif bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan gas bumi.

“Ekspansi layanan CNG dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Medan melalui pembangunan mother station CNG dan Bandung, guna memenuhi kebutuhan energi sektor industri, komersial, UMKM hingga hotel, restoran, dan kafe,” jelas Fajriyah.

Pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga juga terus meningkat. Hingga kini, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu Sambungan Rumah (SR). Perluasan jaringan gas rumah tangga juga dilakukan di kawasan hunian modern, rumah susun Wisma Atlet Kemayoran, hingga penjajakan pengembangan kawasan baru seperti Jatengland dan BSB City.

Di sisi tata kelola perusahaan, PGN juga memperoleh berbagai pengakuan internasional. PGN masuk dalam daftar 50 perusahaan terbuka dengan penerapan tata kelola terbaik di ASEAN dan lima besar di Indonesia dalam ASEAN Corporate Governance Awards 2025. Selain itu, PGN juga masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik versi Majalah TIME.

Tak hanya berfokus pada bisnis, PGN juga terus menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sejumlah program yang dijalankan antara lain Taman Jargas Nusantara, City Gas Tour 2025, Suadesa Festival, hingga program ketahanan pangan padi biosaline di wilayah pesisir Jepara.

Fajriyah menegaskan, momentum HUT ke-61 menjadi refleksi perjalanan panjang PGN dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pijakan untuk memperkuat transformasi perusahaan ke depan.

“Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi infrastruktur gas bumi nasional, mendukung transisi energi nasional, serta menjaga keberlanjutan bisnis guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.