PGRI: Surabaya Jadi Contoh Keberhasilan Pembangunan SDM dan Kesejahteraan Guru

oleh -527 Dilihat
IMG 20251113 WA0052
Pemkot Surabaya telah mengalokasikan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap pembangunan SDM.

KabarBaik.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menerima kunjungan Tim Verifikasi Anugerah Dwija Praja Nugraha (DPN) 2025 dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di ruang sidang wali kota, Kamis (13/11).

Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan kesejahteraan guru.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Kota Surabaya yang berfokus pada penguatan SDM dan peningkatan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi pilar utama untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota kelas dunia.

“Tanpa SDM yang bagus, semua akan sia-sia. Kolaborasi antara guru dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan untuk melahirkan anak-anak yang berakhlak dan cinta NKRI,” ujar Eri.

Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya telah mengalokasikan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap pembangunan SDM. Menurutnya, pembangunan manusia dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu, Pemkot memberi dukungan gizi bagi ibu hamil dan menyusui guna mencegah stunting.

“Stunting berdampak pada kecerdasan anak. Jika sejak dalam kandungan gizinya kurang, maka SDM yang lahir juga tidak optimal,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot juga memperkuat pendidikan anak usia dini melalui berbagai program pembinaan di PAUD, termasuk kegiatan Sinau dan Ngaji Bareng di balai RW, serta program penghafal kitab suci.

“Anak yang punya akidah kuat akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” tambahnya.

Eri juga menuturkan bahwa Pemkot Surabaya membentuk Forum Anak Surabaya (FAS) untuk mendampingi perkembangan remaja. Pemkot turut menyediakan ruang baca, perpustakaan, hingga program pemberdayaan perempuan.

“Kami tidak ingin perempuan di Surabaya tertinggal. Ibu yang kuat akan membentuk keluarga yang kuat,” tegasnya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya rutin berdialog dengan guru dan PGRI untuk menentukan arah kebijakan pendidikan.

“Kami tidak membeda-bedakan guru negeri dan swasta. Semuanya bagian dari ekosistem pendidikan Surabaya,” ujarnya.

Kunjungan tim verifikasi ini turut dihadiri Tim Juri DPN, Ketua PGRI Jawa Timur Djoko Adi Walujo, Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati, Kepala Dinas Pendidikan Yusuf Masruh, Dewan Pendidikan Surabaya, dan jajaran MKKS.

Tim Juri Verifikasi DPN, Prof. Dr. Masduki, menjelaskan bahwa penghargaan tahun ini digelar dalam rangka HUT ke-80 PGRI dan peringatan Hari Guru Nasional. Ia menyebut, PGRI Jatim dan PGRI Surabaya mengusulkan Wali Kota Eri karena dinilai memiliki langkah konkret dalam memajukan pendidikan di kota pahlawan itu.

“Beliau tidak hanya membangun gedung atau infrastruktur, tetapi juga membangun semangat dan kesejahteraan para guru,” ujar Masduki.

Menurutnya, Surabaya menunjukkan capaian luar biasa meski dengan anggaran terbatas, termasuk melalui program beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk guru PAUD.

“Tidak semua daerah mampu melakukan ini. Surabaya berani mengambil langkah konkret yang manfaatnya besar bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.