KabarBaik.co, Jombang – Banyak lapak pedagang di Pasar Pon masih terlihat lowong. Tak hanya itu, kondisi atap pasar juga memprihatinkan karena tampak bolong dan mulai berkarat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Jombang untuk segera berbenah. Namun pada tahun anggaran 2026 ini, belum ada alokasi perbaikan maupun rehabilitasi pasar akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan, Yustinus Harris Eko Prasetijo, mengatakan seluruh pasar di Jombang belum mendapatkan program rehab reguler tahun ini.
“Untuk tahun 2026 ini, karena efisiensi anggaran, tidak ada kegiatan perbaikan atau rehabilitasi pasar. Jadi untuk sementara nol, tidak ada perbaikan,” ujar Haris dalam keterangannya Minggu (14/2).
Meski begitu, pihaknya berencana mengusulkan sejumlah pasar yang memiliki banyak kendala agar bisa masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Kerusakan gorong-gorong dan atap lapak pedagang menjadi prioritas.
“Kalau memungkinkan nanti kita usulkan di PAK, terutama pasar-pasar yang banyak kendala, seperti gorong-gorong dan atap lapak,” jelasnya.
Selain Pasar Pon, pasar lain yang menjadi perhatian yakni Pasar Peterongan, Pasar Mojoagung, dan Pasar Citra Niaga.
Terkait Pasar Pon, Haris memperkirakan jumlah ruko yang tersedia sekitar 60-an unit dengan tingkat keterisian sekitar 70 persen.
“Saya lupa, mungkin sekitar 60-an unit. Dan persentase yang menempati mungkin sekitar 70 persen,” katanya.
Meski sebagian besar sudah memiliki pemilik, masih ditemukan sejumlah lapak kosong, terutama di bagian belakang pasar seperti area bedak daging. Sebagian pedagang disebut memilih berjualan di luar area pasar meski telah memiliki tempat di dalam.
“Ada yang sudah punya tempat, tapi tidak jualan di dalam. Kalau lama tidak ditempati, nanti akan kita segel dan kita berikan kepada pedagang lain yang mau menempati,” ungkapnya.
Sesuai ketentuan dalam peraturan bupati (perbup), jika lapak tidak ditempati selama tiga bulan berturut-turut, hak pemanfaatannya dapat diambil alih pemerintah untuk dialihkan kepada pedagang lain.
Dibangun 2022 Senilai Rp 3,9 Miliar
Haris menjelaskan, Pasar Pon dibangun pada 2022 melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKPRO). Berdasarkan data LPSE Kabupaten Jombang, proyek tersebut dikerjakan mulai 19 Juli hingga 16 Desember 2022.
Proyek senilai Rp 3,9 miliar itu mencakup pembangunan 72 kios dan 7 toko. Selain itu, terdapat 20 kios cadangan serta 75 los untuk pedagang.
Dengan kondisi saat ini, Pemkab Jombang berharap pedagang yang telah memiliki lapak dapat memanfaatkan fasilitas secara optimal agar aktivitas perdagangan di dalam pasar kembali menggeliat.
“Kita mengimbau pedagang itu yang mau menempati, yang bedak-bedak yang kosong ditempati mereka. Tapi kalau tidak menempati ya kita serahkan kepada yang mau, kita berikan ke yang lain,” pungkas Haris. (*)








