Pilu! Buntut Rupiah Terus Melemah, Biaya Umrah Pun Melonjak hingga Rp 6,5 Juta Per Jemaah

oleh -170 Dilihat
foto terbaik 2025 2696551
Jemaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)

KabarBaik.co, Surabaya — Baru saja Arab Saudi membuka musim Umrah 1448 H dengan penerbitan visa sejak 31 Mei dan kedatangan jemaah mulai 1 Juni 2026. Namun, harapan jutaan calon jemaah justru dibayang-bayangi pilu. Pelemahan Rupiah yang tak kunjung reda, membuat biaya paket umrah melonjak tajam hingga Rp 6,5 juta per orang.

Bagi warga desa yang selama bertahun-tahun menabung dari hasil sawah, dagang kecil, atau menjadi buruh, kenaikan tersebu tentu terasa sangat berat. Memang orang desa tidak pakai Dolar, tetapi dampaknya kemana-mana. Termasuk untuk dapat melaksanakan ibadah itu.

Sebelumnya, paket Umrah standar 9–12 hari masih bisa didapat di kisaran Rp 30–33 juta per orang. Kini, harga yang sama sudah merangkak naik menjadi Rp 35–38 juta, bahkan ada yang menyentuh Rp 40 juta lebih untuk paket menengah. Kenaikan paling signifikan terjadi pada tiket pesawat yang membengkak hingga Rp 5 juta hingga 6,5 juta akibat harga avtur global dan kurs Rupiah yang terus tertekan terhadap Dolar AS.

“Banyak calon jemaah dari desa yang sudah mengumpulkan uang sejak 2–3 tahun lalu. Mereka menabung Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan. Sekarang tiba-tiba harus tambah Rp 5–6 juta, banyak yang kaget dan sedih,” ujar seorang pengelola travel Umrah di Surabaya yang melayani jamaah dari Jawa Timur.

Padahal, musim Umrah 1448 H kali ini dibuka lebih awal oleh pemerintah Arab Saudi. Visa sudah mulai diterbitkan, aplikasi Nusuk aktif, dan jemaah diperbolehkan masuk sejak 1 Juni 2026. Jadwal berlangsung hingga April 2027. Namun, momentum gembira ini justru diiringi kekecewaan di kalangan masyarakat bawah.

Mayoritas calon jemaah Umrah dari Indonesia berasal dari kalangan menengah ke bawah, termasuk petani, guru honorer, pedagang pasar, hingga ibu rumah tangga di pedesaan. Mereka bukanlah kalangan yang mudah mendapat tambahan penghasilan secara cepat.

Beberapa biro perjalanan (PPIU) di daerah melaporkan ada jemaah yang membatalkan keberangkatan atau meminta di-cicil lebih panjang karena kenaikan mendadak ini. Sementara itu, penyelenggara yang sudah memesan slot tiket dan hotel sejak awal tahun terpaksa menaikkan harga untuk menutup selisih kurs dan avtur.

Meski demikian, sejauh ini sebagian biro travel masih berusaha memberikan solusi seperti dengan paket hemat, cicilan tanpa bunga, atau program sharing room lebih banyak agar tetap terjangkau para calon tamu Allah.

Yang pasti, bagi yang berniat ibadah umrah, disarankan untuk berhubungan dengan biro travel terpercaya dan berizin resmi. Jangan mudah tergiur harga yang mungkin dianggap relatif murah, tetapi nantinya berujung penipuan. Karena itu, pastikan semuanya aman terlebih dulu. Sebab, banyak modus penipuan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.