PLN Hadirkan Promo Tambah Daya di GIIAS 2026, Dukung Pertumbuhan Ekosistem Kendaraan Listrik

oleh -136 Dilihat
IMG 20260805 WA0061
PT PLN (Persero) menghadirkan program promo tambah daya listrik dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Jakarta – PT PLN (Persero) menghadirkan program promo tambah daya listrik dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

Melalui program yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 tersebut, pelanggan berkesempatan memperoleh potongan biaya tambah daya hingga 50 persen untuk peningkatan kapasitas listrik sampai 7.700 VA. Program ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di rumah.

Untuk memperoleh promo tersebut, pelanggan cukup mengunjungi booth PLN di Hall 8 GIIAS 2026, melakukan check-in melalui aplikasi PLN Mobile, kemudian mengklaim e-voucher tambah daya yang tersedia.

Partisipasi PLN dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas infrastruktur pengisian daya, menghadirkan layanan digital yang terintegrasi, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan
pelaku industri.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang
Kartasasmita mengatakan, tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Semester I 2026, penjualan kendaraan listrik tercatat mencapai 117 ribu unit atau meningkat 69,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Agus, kini satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli masyarakat Indonesia merupakan kendaraan yang telah terelektrifikasi. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan lima tahun lalu ketika pasar kendaraan listrik masih sangat terbatas.

Ia juga mengungkapkan, saat ini terdapat 16 perusahaan perakitan kendaraan listrik yang didukung 332 pemasok komponen dalam negeri, mayoritas berasal dari industri kecil dan menengah. Jumlah pemasok tersebut meningkat 127 persen sejak program kendaraan bermotor rendah emisi dijalankan dan telah menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja secara langsung.

Selain itu, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik kini rata-rata berada pada kisaran 40 hingga 46 persen, bahkan beberapa merek telah mencapai sertifikasi TKDN hingga 80 persen.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur agar masyarakat semakin mudah beralih ke moda transportasi rendah emisi.

Menurutnya, PLN terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya dan layanan yang semakin mudah diakses pelanggan. Sinergi antara pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan diyakini akan mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain menghadirkan promo tambah daya, PLN juga terus mengembangkan layanan Home Charging Services (HCS) yang memungkinkan pelanggan memasang fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di rumah.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan hingga Semester I 2026 jumlah layanan HCS yang telah terpasang mencapai 92.112 unit. Pencapaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik yang didukung kemudahan pengisian daya di rumah.

“Home charging menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam memberikan kemudahan bagi pelanggan yang beralih ke kendaraan listrik, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon,” ujarnya, Rabu (5/8).

Di sisi lain, PLN juga terus memperluas infrastruktur pengisian daya publik melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) bersama berbagai mitra.

Hingga Semester I 2026, jumlah SPKLU yang telah beroperasi mencapai 5.016 unit, SPKLU roda dua sebanyak 619 unit, serta SPBKLU sebanyak 1.133 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Rozy menegaskan penguatan infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang semakin andal, mudah diakses, serta mampu menopang pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional di masa mendatang. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.