KabarBaik.co, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transisi energi bersih melalui pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum roda dua (SPKLU R2). Peresmian fasilitas tersebut ditandai dengan konvoi becak listrik pertama di Kabupaten Jember.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN memperluas pemanfaatan kendaraan listrik sekaligus mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan di daerah. Konvoi becak listrik juga dirangkai dengan berbagai kegiatan edukatif dan sosial bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, PLN menggelar demonstrasi penggunaan SPKLU melalui pembelian token pengisian daya menggunakan aplikasi PLN Mobile.
Selain itu, PLN juga menyerahkan bantuan sembako dan helm keselamatan kepada 50 pengemudi becak, serta mengadakan konvoi becak listrik mengelilingi Kota Jember.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada becak listrik sebagai moda transportasi yang lebih hemat biaya operasional, ringan digunakan, efisien, serta bebas emisi sehingga lebih ramah lingkungan.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Kapolsek Kaliwates, Sekretaris Baperida, Direktur RS Kaliwates, serta perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Lingkungan Hidup.
Sebelumnya, program serupa juga telah didorong PLN di sejumlah daerah seperti Malang, Gresik, dan Situbondo. Kehadiran becak listrik dinilai tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memberi manfaat bagi kenyamanan kota sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut kendaraan tanpa polusi suara dan emisi mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan bersejarah.
“Becak listrik membuat wisata heritage lebih nyaman dan estetik karena bebas polusi,” ujarnya, Sabtu (14/2).
Hal senada disampaikan Bupati Gresik, Fandi Ahmad, yang mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil melalui program becak listrik.
“Kami berterima kasih atas bantuan becak listrik dari Bapak Presiden Prabowo. Program ini sangat membantu para pengemudi becak di Gresik yang sebagian besar sudah berusia lanjut. Dengan becak listrik, mereka dapat bekerja lebih ringan, aman, dan tetap produktif,” katanya.
Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Sidiq, pengemudi becak asal Jalan Manggar, Jember, mengaku pekerjaannya kini jauh lebih ringan setelah menggunakan becak listrik.
“Sudah 30 tahun saya narik becak. Dulu harus mengayuh sampai kelelahan, sekarang lebih nyaman dan tidak ngos-ngosan. Pengisian dayanya di SPKLU PLN juga mudah,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Miran, pengemudi becak asal Duduk Sampeyan, Gresik, yang merasa terbantu dengan adanya becak listrik di usia yang tidak lagi muda.
“Kalau mengayuh capek sekali. Sekarang kerja jadi lebih ringan. Terima kasih kepada Bapak Presiden dan semua pihak yang membantu,” ujarnya.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan PLN siap mendukung keberlanjutan program melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal.
“PLN berkomitmen memastikan infrastruktur pengisian daya tersedia agar becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini sejalan dengan upaya PLN mempercepat transisi energi melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik,” pungkasnya.








