Prioritaskan Lansia dan Balita, PMI Jember Terjunkan Personel Evakuasi Warga Rowotamtu

oleh -76 Dilihat
evakuasi
Tim PMI melakukan evakuasi. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis siang hingga Jumat dinihari memicu luapan air sungai yang signifikan. Sungai yang berhulu di lereng selatan Hyang Argopuro tersebut meluap hingga merendam sejumlah ruas jalan dan ratusan rumah warga di sepanjang bantaran sungai.

Merespons kondisi darurat ini, PMI Jember menerjunkan dua armada beserta 9 personel yang terdiri dari 6 relawan dan 3 pengurus untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak.

Proses evakuasi difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil. Salah satu aksi dramatis terjadi saat petugas mengevakuasi seorang nenek berusia 85 tahun di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji. Nenek tersebut terjebak di dalam kamar dalam kondisi sakit dan tidak bisa berjalan.

“Mbah ini sedang sakit dan hanya bisa terbaring. Warga sempat kesulitan mengevakuasi karena air terus meninggi dengan cepat. Alhamdulillah, ambulans PMI Jember segera datang sehingga beliau bisa dibawa ke rumah kerabatnya yang lebih aman,” ujar Zaenuri, Kepala Desa Rowotamtu

Ketegangan juga dirasakan Azizah, warga setempat yang sempat panik saat air mulai memasuki rumahnya.

“Air sungai masuk sangat cepat. Saya langsung lari ke masjid. Di dalam perkampungan masih banyak warga yang terjebak dan kesulitan keluar karena rumah sudah tergenang,” ungkapnya penuh harap kepada relawan.

Berdasarkan data sementara, di Desa Rowotamtu saja tercatat sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 1.400 jiwa yang bermukim di 13 Rukun Tetangga (RT) terdampak luapan air. Relawan PMI menggunakan truk evakuasi untuk menembus genangan dan keluar-masuk perkampungan sebanyak enam kali guna membawa warga ke titik kumpul di masjid desa.

Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evyan Efendy, yang memimpin langsung jalannya operasi menyatakan bahwa derasnya arus menjadi kendala utama.

“Malam ini kami terjunkan dua armada. Rata-rata warga terjebak karena arus air sangat cepat menggenangi pemukiman sebelum mereka sempat menyelamatkan diri. Fokus kami adalah memastikan semua warga mencapai lokasi aman,” jelas Ghufron.

Kondisi di lapangan dilaporkan gelap gulita akibat pemadaman listrik, diiringi teriakan warga yang meminta bantuan dari tengah kepungan banjir. Di tengah proses evakuasi yang sedang berlangsung, suasana sempat mencekam saat terdengar suara gemuruh keras dari pinggir sungai.

Sebuah toko yang berada tepat di bibir sungai dilaporkan ambrol akibat tanah longsor yang tergerus arus. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga di lokasi pengungsian, namun tim relawan tetap sigap menenangkan massa dan melanjutkan proses penyisiran. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.