KabarBaik.co, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus masif melakukan upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan.
Terbaru, BPBD Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan sosialisasi penanggulangan bencana di wilayah Kecamatan Sumberjambe pada Sabtu (2/5).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menyasar dua lokasi strategis, yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Mabdaul Ulum dan SMPN 5 Sumberjambe.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo mengatakan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari instruksi BPBD Provinsi Jatim terkait percepatan sosialisasi penanggulangan bencana di daerah rawan.
“Tim kami memberikan pemaparan mengenai manajemen risiko bencana di sekolah agar para guru mampu membentuk sistem proteksi dini bagi siswa,” katanya.
Edy menyampaikan dalam kegiatan ini ada ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi intensif yang dilanjutkan dengan simulasi evakuasi gempa bumi dan praktik pemadaman kebakaran dan penyelamatan diri dan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Ia juga menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kemandirian sekolah dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin meningkatkan awareness dan kesiapsiagaan tim siaga bencana sekolah. Tidak hanya sekadar tahu teorinya, tapi guru dan murid harus terampil melakukan prosedur evakuasi mandiri dan penanganan korban gawat darurat secara cepat dan tepat,” ungkapnya.
Secara garis besar, program SPAB kali ini membawa lima misi utama bagi warga sekolah di Sumberjambe, mulai dari peningktan kesadaran hingga pengurangan risiko.
Dengan adanya program ini, diharapkan sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana di Jember memiliki ketangguhan dalam menghadapi ancaman alam, sehingga proses belajar mengajar dapat tetap berjalan dengan rasa aman. (*)






