KabarBaik.co, Surabaya – Pelaksanaan Jalan Sehat memperingati Tahun Baru Islam yang digelar Pemprov Jatim di area Masjid Al-Akbar Surabaya, sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah warga mengeluhkan pembagian kupon undian dan paket makanan yang dianggap tidak merata. Namun, pihak berwenang memberikan klarifikasi berbeda terkait penyebab insiden tersebut.
Merespons situasi yang memanas, jajaran otoritas langsung bergerak cepat meredam situasi, memberikan klarifikasi, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa mekanisme distribusi logistik di lapangan sebenarnya sudah berjalan optimal dan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
Fakta Mengejutkan: Ribuan Kupon dan Snack Justru Tersisa
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Jatim Imam Hidayat membeberkan hasil penelusuran tim internal yang cukup mengejutkan. Menurut penjelasannya, ketersediaan logistik dinilai sangat mencukupi, bahkan justru tersisa cukup banyak dan tidak sempat terbagikan.
“Perlu kami sampaikan bahwa sisa kupon undian dan paket makanan ringan tersebut sebenarnya telah disiagakan di pos-pos yang dilewati oleh para peserta. Dan tim di lapangan telah memastikan semua peserta yang melewati pos-pos mendapatkan kupon beserta paket makanan ringan,” kata Imam saat konferensi pers, Selasa (16/6).
Dari data yang dihimpun, tercatat sekitar 6.700 kupon undian dan 10.000 paket makanan ringan justru tersisa dan diamankan kembali.
Penyebab Utama: Massa Tidak Tertib dan Potong Jalur
Imam menjelaskan bahwa kendala teknis utama bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan karena pergerakan massa yang tidak tertib mengikuti alur komando panitia.
“Setelah semua peserta melewati pos, ternyata masih tersisa kupon dan paket makanan cukup banyak, lebih 5.000 kupon dan snack box. Kami lakukan kroscek, dan memastikan semua peserta yang melintas sudah mendapat semua. Jadi, ada sejumlah warga yang memang tidak mengikuti prosedur tersebut, sehingga tidak mendapatkan,” ungkapnya.
Banyak warga yang memilih memotong jalur atau tidak melintasi pos resmi yang telah disiapkan. Hal ini memicu penumpukan masif di titik tertentu dan kelangkaan di area yang seharusnya sudah disuplai logistik secara melimpah.
Meski demikian, sebanyak 150 personel internal yang didukung pengelola Islamic Center dinilai sudah bekerja maksimal. Lonjakan jumlah peserta yang tidak terduga juga membuat sirkulasi menjadi sangat padat dan sulit dikendalikan. Saat ini, seluruh sisa logistik telah diamankan ke posko utama untuk pendataan ulang.
Minta Maaf dan Janji Evaluasi
Meskipun penyebab utama berasal dari faktor eksternal, Pemprov Jatim tetap mengambil langkah bijak dengan memohon maaf dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi. Fokus perbaikan ke depan adalah penguatan manajemen kerumunan untuk acara berskala besar.
“Atas nama Pemprov Jatim, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ucap Imam.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang tinggi. Menurutnya, esensi Tahun Baru Islam adalah momentum untuk melakukan transformasi menuju kualitas kehidupan sosial yang lebih baik, produktif, dan harmonis. (*)






