KabarBaik.co, Surabaya – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya memastikan ketersediaan stok darah selama Ramadan 2026 tetap dalam kondisi aman, meski jumlah pendonor diperkirakan mengalami penurunan seiring banyaknya masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Kepala Bagian Pelayanan dan Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya, dr. Wandai Rasoetedja, mengatakan penurunan jumlah pendonor saat Ramadan merupakan tren yang terjadi hampir setiap tahun. Namun demikian, kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit harus tetap terpenuhi.
“Biasanya memang saat bulan Ramadan jumlah pendonor menurun karena masyarakat menjalani ibadah puasa. Tetapi kebutuhan kantong darah tetap harus tersedia,” ujar Wandai saat ditemui di kantor PMI Surabaya, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, pada hari normal PMI Surabaya mampu mengumpulkan sekitar 300 hingga 350 kantong darah per hari. Melalui strategi jemput bola menggunakan layanan mobile unit, jumlah tersebut bahkan dapat meningkat hingga 500 sampai 550 kantong darah setiap harinya.
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan stok, PMI Surabaya memperkuat layanan donor darah pada malam hari. Petugas secara aktif mendatangi sejumlah masjid setelah pelaksanaan salat tarawih, sekaligus membuka layanan donor di berbagai ruang publik.
Masyarakat yang ingin berdonor dapat mengunjungi layanan mobile unit di sejumlah lokasi, seperti Taman Bungkul, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, serta beberapa pusat perbelanjaan yang beroperasi hingga malam hari.
Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat yang berpuasa agar tetap dapat berpartisipasi mendonorkan darah setelah berbuka tanpa mengganggu ibadah.
PMI Surabaya pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan. Partisipasi para pendonor dinilai sangat penting untuk memastikan kebutuhan darah bagi pasien di berbagai rumah sakit tetap terpenuhi.






