KabarBaik.co, Batu – Upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Batu membuahkan hasil. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu memastikan saat ini tidak ada lagi kasus aktif PMK setelah seluruh 91 kasus yang ditemukan sejak awal tahun 2026 dinyatakan sembuh. Kasus terakhir tercatat pada Juni lalu.
Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa penyebaran PMK di Kota Batu berhasil dikendalikan. Namun demikian, Distan-KP menegaskan kondisi ini bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Langkah pencegahan justru diperkuat agar penyakit yang sempat menyerang ternak itu tidak kembali muncul.
Sebagai bentuk antisipasi, Pemerintah Kota Batu menerima tambahan 8.000 dosis vaksin PMK tahap ketiga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan tambahan itu, target vaksinasi PMK sepanjang 2026 meningkat dari semula 12.500 dosis menjadi 20.500 dosis.
Kepala Distan-KP Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan tambahan vaksin dibutuhkan untuk menjaga kekebalan komunal pada populasi ternak sehingga risiko penyebaran PMK dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Tambahan vaksin ini penting untuk menjaga kekebalan komunal ternak sekaligus mencegah kemunculan kembali kasus PMK,” kata Hendry, Kamis (6/8).
Sebelumnya, hingga Juli 2026, realisasi vaksinasi telah mencapai 12.454 dosis atau hampir memenuhi target awal. Vaksin diberikan kepada sapi perah, sapi potong, kambing, hingga domba yang tersebar di berbagai wilayah Kota Batu.
Untuk mempercepat capaian tersebut, Distan-KP menerapkan strategi jemput bola dengan mengerahkan Petugas Pelapor Desa (Pelsa) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Selain melakukan vaksinasi, petugas juga mempercepat respons terhadap laporan dugaan PMK dari peternak.
“Peternak yang melihat gejala sakit pada ternaknya cukup melapor melalui grup komunikasi desa, kemudian tim medis akan langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan,” jelas dia.
Meski Kota Batu kini bebas dari kasus aktif PMK, ancaman penularan masih berpotensi datang melalui lalu lintas ternak dari daerah lain, terutama setelah Iduladha. Wilayah seperti Kabupaten Malang, Jombang, Blitar, dan Mojokerto masih menjadi perhatian dalam pengawasan pergerakan ternak.
Karena itu, Distan-KP memastikan program vaksinasi PMK akan terus dilaksanakan secara rutin dua kali dalam setahun selama lima tahun berturut-turut sesuai standar kesehatan hewan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan status Kota Batu sebagai daerah bebas PMK sekaligus memberikan rasa aman bagi para peternak. (*)







