KabarBaik.co – Polda Jawa Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Faradila Amalia Najwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rekonstruksi berlangsung di Jalan Sumber Brantas, Cangar, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (13/1) kemarin.
Dalam rekonstruksi tersebut, dua tersangka yakni Bripka Agus dan Suyitno memperagakan 10 adegan yang menggambarkan rangkaian kekerasan terhadap korban. Adegan-adegan itu menunjukkan tindakan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana hingga menyebabkan korban meninggal dunia akibat kehabisan napas.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa kekerasan terhadap korban dimulai sejak proses penguasaan hingga eksekusi pembunuhan. Lokasi kejadian dipilih di kawasan sepi yang diduga sengaja ditentukan pelaku untuk menghindari saksi.
“Awalnya tindakan kekerasan dilakukan oleh Suyitno atas perintah Bripka Agus. Namun karena tidak mampu melanjutkan, seluruh eksekusi pembunuhan kemudian dilakukan langsung oleh Agus,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur, Rabu (14/1).
Ia mengungkapkan, tersangka menggunakan sarung tangan sebagai alat pencekikan untuk melumpuhkan korban sekaligus menghilangkan jejak. Saat ditemukan korban dalam kondisi terikat total. “Kaki dan tangan dilakban, mulut dan mata ditutup, bahkan tangan korban sempat diborgol. Ini menunjukkan adanya eskalasi kekerasan yang sistematis dan terkontrol,” ungkapnya.
Usai rekonstruksi di Kota Batu, tim penyidik Subdit III Jatanras Polda Jatim bersama Tim Inafis dan Kejaksaan Tinggi Surabaya melanjutkan rekonstruksi ke wilayah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, yang diduga menjadi lokasi pembuangan jenazah korban. “Rekonstruksi ini dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sesuai dengan temuan forensik dan alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik,” pungkasnya. (*)









