Potensi Hujan Tinggi Masih Dominan di NTB, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem Pertengahan Maret

oleh -77 Dilihat
cuaca ekstrem ntb
Prakiraan cuaca BMKG. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada pertengahan Maret 2026. Selain mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk dua hari ke depan, BMKG juga memprediksi peluang hujan dengan intensitas cukup tinggi masih terjadi di sebagian besar wilayah NTB.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I Maret 2026 tercatat bervariasi mulai dari kategori rendah hingga menengah, yaitu berkisar antara 0–150 milimeter per dasarian. Namun, terdapat pula wilayah yang mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni antara 151–200 milimeter per dasarian.

Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, dengan jumlah mencapai 172 milimeter per dasarian. Sementara itu, sifat hujan di wilayah NTB pada periode tersebut secara umum berada pada kategori bawah normal hingga atas normal.

BMKG juga mencatat kondisi hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) di NTB secara umum masih berada pada kategori sangat pendek, yakni antara 1 hingga 5 hari, yang menandakan aktivitas hujan masih cukup sering terjadi di berbagai wilayah.

Dari sisi dinamika atmosfer, sejumlah indikator menunjukkan kondisi yang masih mendukung terbentuknya awan hujan. Hasil pemantauan menunjukkan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kategori positif dengan indeks +0,62, namun diprediksi kembali ke kondisi netral hingga pertengahan tahun 2026.

Sementara itu, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 menunjukkan fenomena ENSO berada pada kondisi netral dengan indeks -0,15 dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun. Aktivitas angin baratan juga masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif pada fase 5 (Maritime Continent) dan diprediksi bergerak menuju fase 6 (Western Pacific) hingga pertengahan dasarian II Maret. Kondisi ini turut mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk NTB.

BMKG memprediksi pada dasarian II Maret 2026 atau periode 11–20 Maret, peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian mencapai 60 hingga lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah NTB. Bahkan, terdapat peluang hujan dengan intensitas di atas 100 milimeter per dasarian sebesar 30–50 persen di sebagian wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.

BMKG menjelaskan saat ini wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan dan mulai memasuki fase pasca puncak musim hujan. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas menengah masih dapat terjadi pada pertengahan Maret.

Karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar aliran air, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan berbagai aktivitas ke depan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.