Potret Jemaah Haji Sidoarjo 2026, Termuda 16 Tahun-Tertua 90 Tahun

oleh -246 Dilihat
a92c68cc 5e03 4333 ba0d 43d9ea9f67f8
Calon Jemaah Haji asal Sidoarjo tengah mendengarkan briefing persiapan tes lari (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo– Rentang usia calon jemaah haji (CJH) asal Sidoarjo tahun 2026 menghadirkan potret menarik, dari yang masih belia hingga yang sangat sepuh. Di balik ribuan jemaah yang bersiap menuju Tanah Suci, dua sosok ini menjadi gambaran kuat tentang panggilan ibadah haji yang melintasi usia.

Jemaah termuda tahun ini tercatat berusia 16 tahun, yakni M. Nur Al Maghfirah yang tergabung dalam Kloter 57 KBIH Al Ikhlas (KIROM). Dengan nomor porsi 1300675401, ia lahir pada 11 Maret 2010 dan menjadi salah satu jemaah paling muda yang akan menunaikan rukun Islam kelima dari Sidoarjo.

Di sisi lain, jemaah tertua adalah Raminten berusia 90 tahun , yang masuk dalam Kloter 116 Jabalnur. Dengan nomor porsi 1300661366 dan kelahiran 31 Desember 1935, Raminten menjadi simbol keteguhan dan semangat ibadah di usia senja.

Kasi Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo, Hamim Thohari, menjelaskan bahwa perbedaan usia yang cukup jauh ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses persiapan keberangkatan.

Menurutnya, perhatian khusus diberikan terutama kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang memiliki risiko tinggi secara medis. Dari total 2.691 jemaah asal Sidoarjo, sebanyak 431 orang masuk kategori lansia, dengan rincian 45 jemaah berusia 76 hingga 90 tahun dan 386 jemaah di rentang usia 65 hingga 75 tahun.

“Pemeriksaan kesehatan terus kami pantau, khususnya bagi jemaah lansia, terutama yang berusia di atas 75 tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Rabu (22/4).

Kemenag Sidoarjo saat ini juga tengah mempercepat proses administrasi sembari menunggu hasil akhir pemeriksaan kesehatan. Kelayakan terbang para jemaah sepenuhnya mengacu pada rekomendasi tim medis yang memantau kondisi fisik secara berkala.

Untuk memastikan kesiapan seluruh jemaah, Kemenag bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo dalam melakukan pemantauan intensif, khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Selain itu, peran keluarga juga dinilai penting, terutama dalam mendampingi jemaah lanjut usia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami menyarankan adanya pendampingan dari keluarga selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” pungkas Hamim. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.