KabarBaik.co, Kota Mojokerto – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan Pemkot Mojokerto bersama Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto.
Salah satunya melalui program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) yang digelar di Kelurahan Miji, Jumat (8/5).
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahaya narkoba tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, peredaran narkoba bergerak cepat dan berpotensi merusak masa depan generasi muda jika masyarakat lengah.
“Kalau kita bosan, capek, lalu diam saja, kita akan dijajah narkoba. Gerakan mereka sangat cepat. Kalau kita tidak waspada, anak cucu kita yang jadi korban,” tegas Ning Ita, sapaan akrabnya.
Ia juga menyinggung kondisi penyalahgunaan narkoba di sejumlah negara sebagai peringatan bagi Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.
“Kita cegah bersama-sama. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua,” ujarnya.
Ning Ita juga mengimbau warga agar tidak ragu melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Ia menilai peran masyarakat sangat penting dalam menekan angka penyalahgunaan.
“Kalau menemukan tanda-tanda mencurigakan, segera laporkan ke BNN. Hanya dengan memberi informasi saja, panjenengan sudah membantu menyelamatkan banyak orang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto Damar Bahtiar Amarapit menjelaskan bahwa pengguna narkoba harus dipandang sebagai korban yang perlu direhabilitasi, sedangkan pengedar tetap diproses secara hukum.
“Pengguna atau penyalahguna wajib kita bantu, kita obati, dan kita bina supaya bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik. Tapi kalau pengedar dan bandar, tentu harus diproses hukum,” jelasnya.
Damar menambahkan, pihaknya bersama Pemkot Mojokerto akan terus memperkuat upaya pencegahan hingga tingkat kelurahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. (*)








