KabarBaik.co, Jember – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember, Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), terus mendapatkan respons positif.
Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Jember secara terbuka mengapresiasi terobosan Bupati Jember, Gus Fawait, yang dinilai mampu memangkas sekat birokrasi antara pemimpin dan rakyat.
Ketua DPD PAN Jember Abdus Salam Alamsyah (Cak Salam) menyatakan bahwa kehadiran bupati yang menginap dan berkantor langsung di desa bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah konkret efisiensi pelayanan publik.
Efisiensi Pelayanan dan Jemput Bola
Menurut Cak Salam, dengan memboyong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke tingkat desa, masyarakat tidak lagi terbebani jarak dan waktu untuk mengurus administrasi di pusat kota.
“Ini adalah program kebanggaan kami sebagai partai koalisi pendukung Jember Baru Jember Maju. Seluruh OPD dilibatkan langsung untuk mendengar masukan warga secara tatap muka. Ini nyata menghemat anggaran dan waktu bagi warga,” ujar Cak Salam, Kamis (26/3).
Ia menambahkan, interaksi langsung ini memungkinkan pemerintah mendeteksi kendala lapangan yang mungkin terlewatkan oleh kanal formal seperti program Wadul Gus’e.
Selain Bunga Desaku, PAN juga menyoroti keberhasilan program kesehatan UHC (Universal Health Coverage), beasiswa mahasiswa, hingga aktifnya kembali rute penerbangan Jember-Bali dan Jember-Jakarta di Bandara Notohadinegoro.
Senada dengan dukungan tersebut, Camat Tempurejo Mohammad Najmul Huda mengungkapkan bahwa antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi.
Berdasarkan pelaksanaan Bunga Desaku di wilayahnya pada Februari lalu, warga merasa memiliki ruang terbuka untuk berdialog langsung dengan pengambil kebijakan tertinggi di kabupaten.
“Ada rasa puas yang berbeda bagi warga. Jika biasanya mereka mengadu ke perangkat desa atau kecamatan, kali ini mereka bisa berdialog langsung dengan Bupati. Jawabannya lebih instan dan pasti,” jelas Huda.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, pihak Kecamatan Tempurejo berharap skema jemput bola ini terus dipertahankan. Skema ini dinilai paling efektif untuk menyerap persoalan riil di akar rumput yang selama ini belum terakomodasi secara maksimal.
“Menurut hemat kami, program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Keberlangsungannya harus kita dukung bersama demi kemajuan desa-desa di Jember,” pungkas Huda. (*)








