KabarBaik.co, Banyuwangi – Dinas Pengairan Banyuwangi melakukan normalisasi saluran lewat program padat karya. Program ini dimaksimalkan di 11 Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) di wilayah setempat.
Salah satunya di (Korsda) Tegaldlimo. Sebanyak 30 pekerja proses ini menargetkan pembersihan sedimentasi saluran irigasip hingga 40 meter kubik per hari. Proses pengerjaan berlangsung selama 15 hari.
Kepala Korsda Tegaldlimo, Bambang mengatakan, para pekerja difokuskan membersihkan endapan lumpur dan gulma yang menghambat aliran air di sejumlah saluran irigasi. Pada hari terakhir pelaksanaan, pekerjaan dipusatkan di Saluran Sekunder wilayah Desa Curahjati, Kecamatan Purwoharjo.
“Program padat karya berlangsung selama 15 hari. Hari terakhir kami berada di Saluran Sekunder wilayah Desa Curahjati, Kecamatan Purwoharjo, untuk menyelesaikan pembersihan sedimen dan gulma yang menghambat aliran air,” ujar Bambang.
Menurutnya, setiap hari para pekerja ditargetkan mampu mengangkat sekitar 40 meter kubik sedimentasi. Namun, ketebalan endapan yang berbeda-beda di setiap titik membuat penyelesaian satu ruas saluran terkadang membutuhkan waktu lebih dari satu hari.
“Total ada 30 warga sekitar yang kami libatkan. Seluruhnya berasal dari keluarga prasejahtera sehingga program ini sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi mereka,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, program padat karya tidak hanya dilaksanakan di Tegaldlimo, tetapi serentak di 11 wilayah Korsda, yakni Genteng, Kabat, Bangorejo, Srono, Rogojampi, Singojuruh, Cluring, Pesanggaran, Tegaldlimo, Glenmore, dan Banyuwangi.
Program tersebut tidak hanya menjaga fungsi jaringan irigasi, tetapi juga membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat prasejahtera. “Program ini memiliki manfaat ganda. Di satu sisi saluran irigasi tetap terpelihara sehingga suplai air untuk pertanian lebih optimal,” jelasnya.
“Di sisi lain masyarakat prasejahtera memperoleh kesempatan bekerja dan mendapatkan tambahan pendapatan. Ini menjadi bagian dari upaya kami mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” sambungnya.
Cahyanto menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat ikut menjaga saluran irigasi yang telah dinormalisasi dengan tidak membuang sampah maupun material lain ke dalam saluran. Menurutnya, irigasi yang terawat akan menjamin ketersediaan air bagi petani, meningkatkan hasil panen, serta mendukung ketahanan pangan di Banyuwangi.
“Kami berharap kepedulian masyarakat terus tumbuh. Irigasi yang terawat akan menjamin ketersediaan air bagi petani, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya ikut menjaga ketahanan pangan Banyuwangi,” pungkasnya. (*)







