KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memacu transformasi Jalan Kartini, Kelurahan Kepatihan, menjadi pusat kuliner modern (street food). Proyek ini tidak hanya dirancang untuk mempercantik estetika kota, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tetap menjunjung tinggi nilai toleransi.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jember, Arif Liyantono, menegaskan bahwa manajemen waktu menjadi kunci utama pengerjaan. Mengingat lokasi proyek bersinggungan langsung dengan tempat ibadah, pemerintah menerapkan skema kerja yang adaptif.
“Target fisik memang penting, namun menghormati kegiatan sosial-keagamaan di lingkungan sekitar adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Kami memastikan konstruksi berjalan selaras dengan jadwal kegiatan gereja setempat,” ujar Arif, Sabtu (11/4).
Guna mengejar target rampung tepat waktu, Dinas PUPR menerapkan sistem kerja dua giliran (shift). Meski demikian, operasional alat berat akan dihentikan total saat aktivitas peribadatan berlangsung.
“Segala aktivitas yang menimbulkan kebisingan harus berhenti seketika jika ada jadwal ibadah guna menjaga kekhusyukan jemaat,” katanya.
Jalan Kartini diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata di Jember. Pemerintah berharap area ini menjadi ruang publik representatif bagi pedagang lokal sekaligus destinasi nyaman bagi pemburu kuliner.
“Kami ingin menciptakan ruang tertata di mana interaksi ekonomi berlangsung kondusif. Dengan manajemen yang tepat, kami optimis proyek ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang terjaga,” pungkas Arif.
Hingga saat ini, pemantauan berkala terus dilakukan untuk memastikan desain pembangunan tetap presisi dan kualitas material memenuhi standar hingga tahap penyelesaian akhir. (*)







