KabarBaik.co, Nganjuk– Dinas Kesehatan Nganjuk melalui Public Safety Center (PSC) 119 terus menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan medis darurat yang cepat, tepat, dan profesional bagi warga. Layanan ini bukan sekadar ambulans biasa, melainkan unit medis bergerak yang dilengkapi peralatan setara semi ICU serta didukung oleh tim medis yang terlatih untuk menangani berbagai kondisi kritis sebelum pasien tiba di rumah sakit.
“Kami harus memilah dulu apakah benar-benar darurat atau hanya butuh transportasi biasa. Jika hanya transport pasien yang masih sadar dan stabil, kami akan bantu koordinasikan dengan ambulans desa atau PMI,” jelas Putri, tim PSC 119 Nganjuk, Selasa (5/5).
Layanan ini mencakup penanganan yang sangat luas, tidak hanya terbatas pada korban kecelakaan lalu lintas. Tim PSC 119 siap menangani kegawatdaruratan medis seperti henti jantung, pingsan, kejang, hingga kasus ibu dan anak serta korban gigitan ular atau tersengat listrik.
Untuk memastikan kecepatan penanganan, ditargetkan waktu respons maksimal hanya 10 menit untuk radius terdekat, sementara untuk wilayah jauh seperti Kertosono atau Ngronggot, tim tetap bergerak cepat sambil memberikan panduan pertolongan pertama melalui telepon.
“Kami sangat menyarankan masyarakat melapor melalui WhatsApp karena bisa menyertakan titik lokasi (share location) dan foto kondisi korban, sehingga tim kami bisa melakukan penilaian medis awal sebelum tiba di lokasi,” tambah Sitkom yang juga tim PSC 119 Nganjuk
Seluruh layanan yang diberikan dipastikan gratis 100% tanpa dipungut biaya sepeser pun. Saat ini, operasional dilaksanakan dalam dua sif hingga pukul 21.00 WIB, namun pada momen-momen besar seperti Lebaran atau akhir tahun, layanan akan disiagakan penuh selama 24 jam non-stop.
“Mohon jika mendengar suara sirine ambulans, beri kami ruang jalan. Anggaplah itu terjadi pada keluarga Anda sendiri yang butuh penanganan cepat. Kepada pelapor, mohon bertanggung jawab menunggu hingga tim kami sampai di lokasi,” tegas Sitkom.
Di akhir pesan, tim PSC 119 juga mengimbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas dan tidak lupa menggunakan helm. Hal ini menjadi sangat penting mengingat angka kecelakaan belakangan ini cenderung meningkat, dan penggunaan helm yang benar adalah upaya utama meminimalisir risiko cedera kepala yang fatal. (*)






