KabarBaik.co, Gresik – PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT BKMS menyalurkan bantuan alat wirausaha dengan total nilai Rp 425 juta kepada warga di sekitar kawasan industri tersebut.
Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan penutupan Program Pelatihan Kompetensi untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada Jumat (6/2). Program ini secara khusus menyasar masyarakat Ring 1 di sekitar KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik.
Sebanyak 40 peserta telah mengikuti rangkaian pelatihan yang terbagi dalam dua bidang keterampilan, yakni teknisi perawatan dan servis pendingin udara (AC) serta keterampilan menjahit. Para peserta berasal dari delapan desa dan tiga sekolah di sekitar kawasan KEK Gresik, yaitu Desa Manyarejo, Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun, Karangrejo, Banyuwangi, Bedanten, Kramat, dan Leran, serta siswa dari SMK Yasmu, SMA Yasmu, dan SMK As Sa’adah.
Pada acara penutupan, PT BKMS menyerahkan paket peralatan kerja kepada para peserta sebagai modal awal agar mereka dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Untuk bidang menjahit, bantuan yang diserahkan berupa 11 unit paket alat jahit yang terdiri atas mesin jahit lockstitch dan obras, obeng, gunting, gunting benang, benang jahit, spool, jarum jahit, plastik kemasan, sepatu jahit, sekoci, meteran, kapur jahit, hingga oli mesin.
Sementara itu, bagi peserta pelatihan teknisi AC, disalurkan 20 paket peralatan kerja yang meliputi tang kombinasi, kunci L set, kunci inggris, manifold gauge, tang ampere, termometer, pompa cuci AC, plastik pelindung saat pencucian AC, dan kain lap.
Kepala Balai Diklat Industri Surabaya, Wido Eko Wardiono, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang secara dinamis.
Menurutnya, konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi berstandar nasional BNSP serta peralatan kerja sebagai stimulus awal. Pesertanya pun beragam, mulai usia SMP hingga 50 tahun, sehingga dapat terlibat langsung dalam rantai pasok industri,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur HR & Logistik PT BKMS, Agung P. Guritno menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan industri.
“Program ini adalah bagian dari komitmen CSR kami untuk mendorong peluang kerja dan kemandirian ekonomi bagi warga sekitar KEK JIIPE. Bantuan paket alat jahit dan peralatan teknisi AC ini diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Agung.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut, mulai dari pemerintah desa, pihak sekolah, hingga masyarakat yang antusias mengikuti pelatihan.
Ke depan, PT BKMS berencana mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas dan jenis pelatihan yang lebih beragam.
“Ke depan, pelatihan bisa diperluas ke bidang lain seperti e-commerce dan pemasaran digital agar ekonomi desa semakin produktif. Harapannya, program ini mampu membuka peluang usaha mandiri, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar KEK Gresik,” pungkasnya.
Melalui program berkelanjutan ini, PT BKMS berharap kehadiran kawasan industri tidak hanya memberi dampak ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.






