Puji Disertasi Kapolda Jabar di Unair, Khofifah: Polisi Adalah Agen Pemulihan Sosial

oleh -93 Dilihat
IMG 20251104 WA0011 scaled
Khofifah menilai, gagasan bahwa polisi harus bertindak sebagai agen pemulihan sosial, bukan sekadar penegak hukum, merupakan pemikiran yang luar biasa dan relevan.

KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap perspektif baru mengenai peran kepolisian yang diangkat dalam disertasi Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan. Khofifah menilai, gagasan bahwa polisi harus bertindak sebagai agen pemulihan sosial, bukan sekadar penegak hukum, merupakan pemikiran yang luar biasa dan relevan.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Irjen Pol. Rudi Setiawan di Ruang Adi Sukadana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, pada Senin (3/11).

Dalam sidang tersebut, Irjen Pol. Rudi Setiawan selaku promovendus berhasil mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Cerita dari Mesuji: Studi Fenomenologi Tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik.” Berkat pemaparannya yang dinilai cemerlang oleh sepuluh dewan penguji, Irjen Rudi Setiawan dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan.”

Sejumlah tokoh turut hadir menyaksikan momen penting ini, termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto, Kajati Jatim Kuntadi, dan Pangdiv II Kostrad Mayjen TNI Susilo.

Gubernur Khofifah secara khusus menyoroti dan memuji disertasi yang dinilai memberikan cakrawala baru tentang tugas polisi, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan konflik. Menurutnya, studi tersebut merefleksikan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan sosial yang komprehensif di balik tugas berat penegakan hukum.

Khofifah lantas mengenang masa-masa awal pemerintahan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di mana Mesuji menjadi wilayah dengan eskalasi konflik perebutan lahan yang sangat tinggi.

“Apa yang disampaikan promovendus ini benar sekali. Saya masih ingat, wilayah Mesuji waktu itu seringkali menjadi perhatian karena tingginya eskalasi konflik. Pemerintah pusat saat itu sangat terbatas untuk turun langsung, sehingga penyelesaian konflik seringkali dicari solusinya oleh aparat dan masyarakat di lapangan sendiri,” ungkap Khofifah.

Menurutnya, pengalaman di Mesuji membuktikan betapa kompleksnya tugas polisi di daerah konflik. Tugas mereka melampaui sekadar menegakkan hukum; mereka dituntut untuk mampu membangun kepercayaan sosial, menengahi konflik kepentingan warga, serta memulihkan rasa aman bersama.

“Saat itu, tingkat konflik sosial di sana sangat kompleks. Maka, musyawarah, negosiasi, dan pendekatan tertentu harus dilakukan dengan penanganan yang komprehensif, mempertimbangkan berbagai sektor,” lanjut Khofifah, menggarisbawahi kesulitan peran ganda tersebut.

Khofifah mengapresiasi mendalam kajian Rudi Setiawan yang mengupas tuntas peran dan kondisi polisi di wilayah bergolak. Dalam situasi yang tidak mudah, polisi terbukti mampu menyeimbangkan diri, menjadi sosok penegak hukum sekaligus pelindung masyarakat.

Gubernur Khofifah pun menutup sambutannya dengan mengutip dan memuji gagasan kunci dari disertasi tersebut: “Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga agen pemulihan sosial.”

“Indah sekali kalimatnya, dan luar biasa sekali. Semoga semua institusi merepresentasikan diri sebagai agen pemulihan sosial sehingga terwujud harmoni di masyarakat,” pungkasnya penuh harap.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.