KabarBaik.co, Pasuruan – Puluhan ribu jemaah dari berbagai penjuru daerah memadati Kota Pasuruan untuk mengikuti puncak peringatan Haul Ke-45 Al Arif Billah Almaghfurlah KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar dan Haul Ke-36 Nyai Hj. Nafisah, Sabtu (22/8).
Puncak haul akbar tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan. Sejak pagi, jemaah terus berdatangan menggunakan bus, minibus Elf, kendaraan pribadi hingga berjalan kaki menuju lokasi kegiatan.
Kepadatan jemaah terlihat di sejumlah ruas jalan, mulai kawasan Alun-alun Kota Pasuruan, Masjid Jami’ Al-Anwar, Jalan Kartini, Jalan Niaga hingga Jalan Jawa yang mengarah ke Ponpes Salafiyah. Sejumlah gang dan rumah warga di sekitar lokasi juga dipenuhi jemaah.
Puncak haul turut dihadiri sejumlah ulama, tokoh agama dan pejabat pemerintahan. Di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi, beserta jajaran Forkopimda Kota Pasuruan.
Hadir pula mantan Menpan RB Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, serta sejumlah ulama dan tokoh agama lainnya.
Usai mengikuti rangkaian puncak haul, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta antusiasme jamaah yang datang dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, rangkaian Haul Mbah Hamid hari ini berjalan dengan lancar. Kita melihat sendiri bagaimana puluhan ribu jamaah hadir dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Mbah Hamid begitu besar,” ujar Adi.
Menurutnya, haul tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan KH Abdul Hamid, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meneladani nilai-nilai yang telah diwariskan.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita memperingati haulnya, tetapi bagaimana nilai-nilai yang beliau ajarkan bisa kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjaga persaudaraan, kepedulian kepada sesama, dan membangun umat harus terus kita lanjutkan,” katanya.
Di sisi lain, tingginya jumlah jamaah yang datang ke Kota Pasuruan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas ekonomi terlihat meningkat di berbagai sektor selama pelaksanaan haul.
Hotel dan penginapan di Kota Pasuruan ramai oleh tamu dan rombongan jamaah yang datang dari luar daerah. Para pedagang makanan dan minuman, oleh-oleh, serta pelaku usaha kecil di berbagai titik juga mendapatkan peningkatan aktivitas. Jasa parkir dan transportasi turut bergerak melayani tingginya mobilitas masyarakat.
Adi menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar seperti Haul Mbah Hamid memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Haul Mbah Hamid ini tidak hanya memberikan nilai spiritual bagi kita semua, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kita melihat hotel dan penginapan ramai, pedagang ramai, jasa parkir dan transportasi juga bergerak. Artinya, ada perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyebut momentum tersebut sebagai keberkahan tersendiri bagi Kota Pasuruan. Pemerintah Kota Pasuruan, kata Adi, akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar kegiatan besar yang mendatangkan masyarakat dari berbagai daerah dapat berjalan aman, tertib dan nyaman.
“Ini tentu menjadi berkah bagi Kota Pasuruan. Harapannya, setiap momentum seperti ini bisa memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, baik dari sisi spiritual, sosial maupun ekonomi,” pungkasnya.
Salah seorang jamaah, Odhi, mengaku datang dari Tumpang, Kabupaten Malang, bersama istri dan rombongan keluarga. Ia mengatakan kehadirannya dalam Haul KH Abdul Hamid telah menjadi agenda yang selalu diikuti setiap tahun.
“Saya datang dari Tumpang, Kabupaten Malang bersama istri dan rombongan. Setiap tahun kami selalu menghadiri Haul KH Abdul Hamid,” katanya.
Ia mengaku berangkat sejak subuh menggunakan minibus Elf bersama rombongan keluarga demi mengharapkan keberkahan dari ulama besar asal Kota Pasuruan tersebut.
Rangkaian kegiatan haul diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebanyak 100 kali, Surah Al-Waqi’ah, Surah Al-Mulk, Ratibul Haddad, Maulid Az-Zab dan Mahalul Qiyam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan formal, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan manakib Mbah Hamid, sambutan-sambutan, mau’idhoh hasanah, hingga ditutup dengan pembacaan Yasin, tahlil dan doa.
Untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, ribuan personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Banser, Dinas Kesehatan serta relawan.








