KabarBaik.co, Malang – Di tengah menjamurnya minuman kekinian, es dawet tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Minuman segar berbahan dasar tepung beras ini tetap diminati karena cita rasanya yang khas dan penggunaan bahan-bahan alami.
Salah satu usaha yang masih mempertahankan resep tradisional tersebut adalah Es Dawet Ayu Wins di Kota Malang. Usaha keluarga yang dirintis sejak tahun 2000 itu kini diteruskan oleh generasi berikutnya dengan tetap menjaga kualitas rasa dan bahan baku.
Winda Sari, penerus usaha Es Dawet Ayu Wins, mengatakan bahwa cendol yang digunakan dibuat dari tepung beras dengan pewarna alami dari daun pandan. “Bahan utamanya sederhana, dari tepung beras dan warna hijaunya dari daun pandan asli. Jadi tidak pakai pewarna buatan,” ujar Winda, Minggu (10/5).
Menurutnya, salah satu ciri khas es dawet buatannya terletak pada penggunaan gula merah asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Gula tersebut dipilih karena memiliki aroma yang lebih harum dan rasa yang khas.
“Kalau yang membedakan dengan yang lain, gula merahnya langsung dari Banjarnegara. Aromanya lebih wangi dan rasanya juga beda,” ungkapnya.
Saat ini, penjualan Es Dawet Ayu Wins tersebar di sejumlah titik di Kota Malang, seperti kawasan Taman Merjosari, depan lapangan Pasar Landungsari, Jalan Selat Bali, simpang empat Sawojajar, depan SMA Dempo, hingga kawasan Jalan Surabaya dan Sigura-gura.
Selain berjualan menetap, sebagian penjual juga berkeliling untuk menjangkau pelanggan di berbagai wilayah. Dalam sehari, pendapatan yang diperoleh dari satu titik penjualan terbilang cukup menjanjikan. “Kalau satu titik dagangannya habis, biasanya bersihnya bisa sekitar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu,” ungkapnya.
Winda menuturkan, usaha tersebut pertama kali dijalankan oleh kedua orang tuanya sejak tahun 2000 dengan harga jual hanya sekitar Rp 1.000 per porsi. Namun dalam perjalanannya, usaha ini sempat mengalami masa vakum karena kesulitan mencari tenaga penjual. Beberapa orang yang sebelumnya ikut membantu berjualan kemudian memilih membuka usaha sendiri.
Meski begitu, keluarganya tetap berupaya mempertahankan usaha kuliner tradisional tersebut. Kini, selain berjualan keliling, mereka juga memiliki tempat usaha tetap di rumah. “Dulu ibu jualan di Pasar Bareng, sedangkan bapak keliling di daerah Sumbersari. Sekarang alhamdulillah di rumah juga sudah ada tempat untuk jualan,” jelas Winda.
Selain anggota keluarga, usaha ini juga dibantu sejumlah kerabat untuk operasional penjualan. Es dawet yang dijual dikemas dalam satu paket berisi cendol, santan, dan gula merah cair yang dipisahkan agar tetap segar saat disajikan.
Dengan mempertahankan resep tradisional dan penggunaan bahan alami, Es Dawet Ayu Wins tetap menjadi pilihan masyarakat Malang yang ingin menikmati minuman segar dengan cita rasa autentik. (*)








