KabarBaik.co – Kabupaten Jember menghadapi persoalan serius dengan rusaknya ratusan gedung sekolah. Berdasarkan data Dapodik Dinas Pendidikan tercatat sekitar 400 gedung sekolah dalam kondisi rusak.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim mengungkapkan bahwa salah satu solusi untuk menangani kerusakan adalah dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Dana BOS bisa digunakan untuk kerusakan ringan seperti kebocoran,” ujarnya saat dikonfirmas, Kamis (26/12).
Meski begitu ia menyadari bahwa dana BOS tidak cukup untuk mengatasi kerusakan berat.
“Kami memprioritaskan sekolah-sekolah yang rusak berat dan sedang berupaya meminta tambahan anggaran dari pusat.” kata Halim.
Selain itu, pemerintah daerah juga tidak bisa sekaligus menganggarkan renovasi secara keseluruhan, namun harus dengan cara bertahap.
“Kami lakukan bertahap, dengan melihat prioritas utama,” jelas Ahmad Halim.
Jenjang sekolah dasar (SD) menjadi yang paling terdampak, mengingat jumlahnya mencapai 1.040 sekolah.
“Jumlahnya memang paling banyak, sehingga kerusakannya juga dominan di SD,” imbuhnya.
Meski pembangunan dan renovasi telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir, hasilnya dinilai belum maksimal. “Kami alokasikan Rp 30 miliar per tahun, tetapi jumlah sekolah rusak masih ratusan,” katanya.
Ahmad Halim menyoroti pentingnya peran sekolah untuk mengantisipasi kerusakan ringan.
“Sekolah jangan hanya menunggu dinas pendidikan, segera tangani kerusakan kecil,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Sementara itu, ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini.
“Kami sedang melakukan diplomasi untuk penambahan anggaran renovasi,” ungkapnya.
DPRD Jember juga meminta masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan agar transparan dan sesuai kebutuhan.
“Keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan hasilnya maksimal,” pungkasnya. (*)








