KabarBaik.co, Sidoarjo – Di bulan Ramadan, Satuan PPA dan PPO Polresta Sidoarjo menggelar razia penyakit masyarakat sebagai upaya menjaga kekondusifan dan ketertiban di wilayah Sidoarjo selama bulan suci Ramadan.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) dari sejumlah hotel. Razia dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga suasana Ramadan tetap aman dan kondusif.
Tak hanya itu, petugas juga mengamankan dua pria yang diduga sebagai pelanggan. Keduanya ditemukan berada di dalam kamar hotel bersama wanita yang diduga sebagai pekerja seks saat razia berlangsung.
Kasat PPA dan PPO Polresta Sidoarjo AKP Rohmawati Lailah mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan praktik penyakit masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
“Dalam kegiatan razia ini, kami mengamankan delapan wanita yang diduga sebagai PSK dari sejumlah hotel di wilayah Sidoarjo. Dua orang pria yang berada di dalam kamar bersama wanita tersebut juga turut kami amankan untuk pemeriksaan,” ujar Rohmawati.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi di dalam kamar yang diduga digunakan dalam praktik prostitusi. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya aktivitas prostitusi di lokasi razia.
Lebih lanjut, Rohmawati mengungkapkan bahwa dua dari delapan wanita yang diamankan diduga masih di bawah umur karena tidak dapat menunjukkan identitas diri saat diperiksa petugas.
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas juga mendapati alat kontrasepsi. Selain itu, dua dari delapan wanita yang diamankan diketahui berusia di bawah umur karena tidak dapat menunjukkan data identitas diri,” tambahnya.
Seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya praktik prostitusi online serta keterlibatan pihak lain, termasuk pengelola hotel.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk meminta keterangan dari pihak pengelola hotel terkait dugaan praktik prostitusi online yang terjadi di tempat mereka,” jelasnya.
Polresta Sidoarjo menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik prostitusi selama Ramadan, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik. (*)






