KabarBaik.co – Menjelang masa tanam padi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro telah mendekati 100 persen. Pupuk NPK Phonska bahkan mencatat tingkat realisasi tertinggi sebesar 90,71 persen dari total alokasi.
Sub Koordinator Pupuk dan Sarana Alat dan Mesin Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Tatik Kasiati, mengklaim tingginya realisasi tidak lepas dari upaya sosialisasi menyeluruh mengenai Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.
“Kami terus memperkuat pemahaman mengenai mekanisme penyaluran, kriteria penerima manfaat, hingga jenis pupuk yang disalurkan,” ujarnya, Rabu (10/12).
Menurut Tatik, kunci utama peningkatan akuntabilitas adalah implementasi sistem e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (ERDK). Sistem digital ini bertujuan memperkuat transparansi dan validitas data, sekaligus memastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran hingga ke tangan petani.
Untuk pupuk Urea dari alokasi 62.662 ton, telah tersalurkan 54.948,04 ton (87,69 persen) dengan sisa 7.713,96 ton. Sementara NPK Phonska dari alokasi 47.289 ton, telah tersalurkan 42.895,36 ton (90,71 persen), sisa 4.393,65 ton. Untuk pupuk organik dari alokasi 22.083 ton, telah tersalurkan 16.172,34 ton (73,23 persen), sisa 5.910,66 ton.
Meskipun pupuk organik memiliki persentase terendah, DKPP Bojonegoro terus mendorong untuk penyaluran seluruh jenis pupuk sesuai kebutuhan petani. “Kami telah mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada DKPP Provinsi Jawa Timur,” tandas Tatik. (*)








