Relawan Sebut Aksi Petugas URC Bersihkan Gorong-gorong Tanpa Safety Memadai Sangat Berbahaya

Reporter: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra
oleh -165 Dilihat
tangkapan layar video petugas URC terhilat menggunakan kantong plastik. (Dwi Kuntarto Aji)

KabarBaik.co – Setelah viral di media sosial, petugas dari Tim Unit Reaksi Cepat (URC) – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) sedang memebersihkan sampah yang menumpuk di gorong-gorong perumahan warga.

Hal itu pun mendapat berbagai respon dari kalangan masyrakat, termasuk dari salah satu anggota komunitas relawan, David Handoko Seto.

Ia mengatakan, bahwa yang dilakukan oleh petugas URC sesuatu yang bagus karena totalitas dalam bekerja. Namun, sangat disayangkan para petugas tidak dibekali dengan alat safety yang memadai.

Baca juga:  Bupati Hendy Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana

“Saya sebagai relawan yang masih aktif sampai saat ini, sering membantu melakukan pembersihan, evakuasi dan lainya, setelah melihat video itu rasanya kurang tepat karena itu sangat berbahaya,” ujar David saat dikonfirmasi, Rabu (26/6).

Pihaknya menjelaskan, seharusnya para petugas itu dibekali alat-alat yang aman, seperti tabung oksigen, helm, sarung tangan dan sepatu boot.

“Di video itu juga terlihat ada petugas yang masuk ke gorong-gorong hanya pakai kantong plastik warna hitam. Itu jelas berbahaya yang ditakutkan kehabisan oksigen atau ada gas-gas yang beracun bisa fatal,” jelas pria yang juga menjabat Anggota DPRD Jember itu.

Baca juga:  Puncak prestasi, Pemkab Jember terima ratusan penghargaan

Oleh sebab itu, sebagai relawan ia meminta pemerintah khusunya DPU Bina Marga lebih memperhatikan keselamatan para petugas yang bekerja dilapangan.

“Harusnya dianggarkan, untuk peralatan yang digunakan, harus disediakan seperti selang pernapasan. Bukan ditutup pake kantong plastik. Jadi saya minta DPU Bina Marga fokus ke keselamatan, jangan berpikir yang penting pekerjaan beres. Karena itu berhubungan dengan nyawa petugas ,” tegasnya.

Baca juga:  DPRD Jember Ragukan Klaim Bupati Hendy Soal Kepuasan Publik di Atas 80 Persen

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan bahwa DPU Bina Marga serta instansi lain seperti BPBD sebenarnya susah memiliki alat untuk membersihkan gorong-gorong. Namun jarang dipakai petugas di lapangan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.