KabarBaik.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember merespons cepat keluhan warga soal kerusakan di perlintasan sebidang kereta api di Desa Garahan, Kecamatan Silo pada Rabu (9/7) sore.
Sebelumnya banyak masyarakat yang melaporkan kondisi jalan di pintu perlintasan melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. Keluhan utamanya adalah kemacetan dan potensi kecelakaan akibat rusaknya jalur perlintasan tersebut.
Plt. Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan KAI Daop 9 Jember, BPJN, serta TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan dan perbaikan perlintasan.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab keresahan warga,” ujar Plt. Kadishub Jember, Gatot Triyono, saat dikonfirmasi Kamis (10/7).
Gatot menjelaskan, bahwa sejumlah titik lain seperti Yosorati dan Pondok Dalem juga masuk daftar prioritas perbaikan yang dilakukan bertahap bersama pihak terkait.
“Ini menjadi perhatian kami semua. Tak hanya JPL 30, titik rawan lain juga sudah kami petakan,” tegasnya.
Sementara itu, Vice President KAI Daop 9 Jember Hengky Prasetyo mengapresiasi kesigapan Pemkab Jember dalam merespons laporan warga dan mengawal proses perbaikan.
“Alhamdulillah, kami kolaborasi sesuai kapasitas masing-masing. Ini bentuk sinergi baik,” ucap Hengky.
Ia menyampaikan, pengaspalan sementara dilakukan untuk memulihkan akses lalu lintas. Jalur ini diketahui padat dilalui kendaraan harian, termasuk roda dua.
“Memang jalur sepanjang delapan meter itu sebelumnya rusak parah dan membahayakan pengendara, terutama saat hujan atau malam hari,” katanya.
Perbaikan darurat ditargetkan rampung dalam dalam beberapa jam agar arus lalu lintas bisa kembali lancar setelah penanganan sementara selesai dilakukan. (*)






