KabarBaik.co – Remaja asal Kecamatan Bangsalsari, Jember yang sebelumnya dikabarkan jatuh ke jurang di Gunung Saeng, Bondowoso akhirnya ditemukan oleh tim SAR.
Berdasarkam informasi, evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR tidaklah mudah. Mereka membutuhkan waktu empat hari untuk membawa jasad korban dari dalam jurang.
Lamanya proses evakuasi korban tersebut, karena medan yang sempit sulit untuk dijangkau. Gunung Saeng sendiri merupakan bagian pegunungan Argopuro sisi timur, dan memiliki ketinggian 1.559 MDPL yang terletak di Desa Sumber Waru, Binakal, Bondowoso.
Selain medan yang ekstrem, kendala cuaca buruk juga mengakibatkan tim SAR kesulitan. Bahkan, sejumlah anggota Tim SAR Gabungan juga dari Basarnas mengalami kelelahan serta cedera.
Tapi dengan perjuangan Tim SAR Gabungan korban akhirnya berhasil di evakuasi, meskipun dengan keadaan meninggal dunia.
Namun sayangnya terkait proses evakuasi itu, diketahui juga diwarnai tindakan kurang menyenangkan dan sikap arogan dari oknum anggota Polres Bondowoso.
Karena menurut pengakuan sejumlah jurnalis yang berada di lokasi kejadian, ada sejumlah oknum polisi yang melarang wartawan dan anggota Basarnas Jember, untuk mengambil dokumentasi terkait proses evakuasi.
“Saya saat menunggu di sekitaran hutan dekat Ponkesdes Binakal. Bermaksud mengambil foto dokumentasi berita terkait proses evakuasi. Tiba-tiba, wartawan dilarang mengambil gambar dan video sembari mengangkat tongkat. Dengan nada mengancam,” kata Ichuk S Widarsa, wartawan media online, Senin (5/5).
Bahkan Ichuk mengaku sempat melihat oknum Polisi tersebut juga mendorong petugas dari Basarnas hingga jatuh.
“Iya saya lihat langsung oknum Polisi itu mendorong orang dari Basarnas, sampai jatuh,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ilham Wahyudi, wartawan Radar Ijen, Jawa Pos. Kata Ilham, dirinya juga mengaku dilarang mengambil foto untuk dokumentasi liputan.
“Padahal posisi teman-teman wartawan semuanya tidak di tengah jalur evakuasi. Namun di pinggir kanan-kiri jalan dengan jarak sekitar 5 meter dari jalur evakuasi. Saya tadi sudah stand by bersama teman wartawan Antara, Memo, Suara Jatim Pos, dan teman TV lainnya. Terus dibentak-bentak, tak boleh ambil gambar,” ujar Ilham.
“Tadi mereka (oknum dua polisi) bilang, kami tak urus media. Tak pentung kamu, jika memaksa,” imbuhnya menirukan perkataan oknum Polisi itu.
Merespon kejadian itu, Ketua IJTI Tapal Kuda Tomy Iskandar, mengatakan jika pihaknya sudah mengirimkan somasi secara resmi tertulis kepada pihak Polres Bondowoso.
“Kami menyayangkan adanya kejadian ini. Kami pun juga bertugas sesuai aturan. Dari kejadian ini, kamipun juga menyampaikan somasi kepada Humas Polres Bondowoso,” kata Tomy.
Sebelum disampaikan somasi secara resmi tertulis, kata pria yang juga wartawan dari media televisi nasional Indosiar dan SCTV itu, pihaknya sudah berkomunikasi singkat secara lisan kepada pihak Humas Polres Bondowoso. (*)